Berita  

Sambut Turis Mancanegara, Pemkot Malang Kolaborasi dengan Disporapar siapkan regulasi Becak Listrik

Avatar photo
Sambut Turis Mancanegara, Pemkot Malang Kolaborasi dengan Disporapar siapkan regulasi Becak Listrik
Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi saat wawancara

MALANG, JADIKABAR – Pemerintah Kota Malang terus mematangkan operasional becak listrik sebagai daya tarik wisata baru yang lebih aman dan modern. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyatakan bahwa layanan ini disiapkan untuk menyambut puncak kunjungan wisatawan mancanegara pada pertengahan tahun ini.

​Pernyataan tersebut disampaikan Baihaqi disela acara koordinasi dengan PLN Kota Malang, Jumat (20/2/2026). Ia menjelaskan bahwa saat ini regulasi dan pembentukan paguyuban sedang digarap agar operasional becak listrik memiliki payung hukum yang jelas.

​Rute Ikonik dan Paket Wisata

​Pemerintah telah menyiapkan rute khusus yang melintasi titik-titik bersejarah dan ikonik di Kota Malang. Dengan tarif yang terjangkau wisatawan akan diajak berkeliling mulai dari ​Kawasan Gereja Jalan Ijen, Jalan Kawi, ​Pasar Besar, ​Klenteng, Finish di Alun-Alun Kota Malang.

​”Rencananya, setelah hari raya kita akan mulai uji coba secara luas. Ini momentum yang pas karena bulan Mei dan Juni biasanya adalah masa high season bagi wisatawan asing di Malang,” ujar Baihaqi.

​Kolaborasi Ekosistem Digital

​Untuk memudahkan akses, Pemkot Malang menggandeng berbagai pihak dalam ekosistem pariwisata. Diskominfo akan menyiapkan aplikasi khusus untuk pemesanan, sementara koordinasi dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah dilakukan agar hotel-hotel dapat langsung menghubungi paguyuban saat ada tamu yang berminat.

​Distribusi Unit: Wisata dan Sosial

​Dari total 200 unit becak listrik yang tersedia, Baihaqi merinci pembagiannya agar tetap menyentuh aspek sosial masyarakat ​24 Unit dialokasikan khusus untuk pelayanan wisatawan di bawah naungan HPI, ​176 Unit Diberikan kepada pengayuh becak konvensional untuk melayani penumpang umum, seperti rute pasar atau mengantar anak sekolah.

​Langkah ini diambil untuk memastikan faktor keselamatan (safety) meningkat dibandingkan becak konvensional, sembari tetap menjaga mata pencaharian para pengayuh becak di Kota Malang. Pangkalan resmi juga akan ditentukan di titik strategis seperti stasiun dan terminal guna menghindari kepadatan lalu lintas.

Penulis: TFEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi