MALANG, JADIKABAR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang menggelar acara bertajuk “Gebyar Lailatul Qadar: Zakat Menguatkan Indonesia” pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Hotel Grand Mercure ini menghadirkan 1.000 anak yatim dari berbagai yayasan di Kota Malang untuk menerima santunan dan perhatian khusus dari pemerintah serta para muzakki.
Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Ketua BAZNAS Kota Malang, Kasuwi Saiban, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Ali Maschan Moesa, serta sejumlah tamu undangan penting lainnya.
Kolaborasi Strategis dan Rutin
Ketua BAZNAS Kota Malang, Kasuwi Saiban, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dengan BAZNAS Kota Malang. Ia menyebutkan bahwa program santunan ini dilakukan secara rutin dua kali dalam setahun.
”Sekarang ini Gebyar Lailatul Qadar pada bulan Ramadan. Nanti yang kedua saat Lebaran Yatim di bulan Muharam, juga dengan mengundang 1.000 anak yatim,” ujar Kasuwi.
Ia menambahkan bahwa ada sekitar 40 yayasan di Kota Malang yang terlibat dalam pendataan dan pemberangkatan anak-anak yatim ke lokasi acara.
Kehadiran Negara dan Perhatian Pemerintah
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi BAZNAS dalam menjalankan program ini. Menurutnya, kegiatan ini sudah memasuki tahun kelima dan menjadi momen yang selalu dinantikan oleh anak-anak yatim.
”Bukan hanya dilihat dari nilai santunannya, tetapi ini adalah bentuk perhatian pemerintah. Kami ingin memastikan negara hadir untuk memperhatikan mereka,” tegas Wahyu.
Ia menambahkan acara ini terlaksana karena adanya kerjasama Pemkot Malang dengan berbagai pihak, termasuk pihak sponsor salah satunya Hotel Grand Mercure yang telah menyediakan tempat yang memadai.
Lebih lanjut, Wahyu Hidayat telah menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pendataan lebih mendalam. Pemerintah Kota Malang berkomitmen tidak hanya memberikan santunan tunai, tetapi juga memperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana bagi yayasan-yayasan yang menaungi anak yatim tersebut.
Mendorong Optimalisasi Zakat melalui UPZ
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga mengimbau kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh Kota Malang untuk terus meningkatkan perolehan amal zakat, infak, dan sedekah. Ia meyakini bahwa dengan penyaluran melalui lembaga yang terpercaya seperti BAZNAS, manfaatnya akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk dhuafa dan penyandang disabilitas.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim, diiringi harapan agar semangat zakat dapat benar-benar menjadi pilar penguat bagi Indonesia, khususnya di wilayah Kota Malang.












