Daerah  

Potongan Tubuh Ditemukan di Dam Bendo, Polisi Pastikan Identik dengan Korban Lahar Merapi

Avatar photo
Potongan Tubuh Ditemukan di Dam Bendo, Polisi Pastikan Identik dengan Korban Lahar Merapi
Foto Istimewa Potongan Tubuh Ditemukan di Dam Bendo, Polisi Pastikan Identik dengan Korban Lahar Merapi

Magelang, JADIKABAR.COM – Potongan tubuh manusia ditemukan di Dam Bendo, Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Rabu (4/3/2026). Temuan tersebut diduga berkaitan dengan korban banjir lahar hujan di alur Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi.

Informasi penemuan itu sempat beredar luas di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @borobudur_news. Dalam unggahannya disebutkan bahwa tim pencarian kembali menemukan bagian tubuh berupa p0t0ng4n kak1 di kawasan Dam Bendo, yang berada di aliran Sungai Senowo.

Tim SAR gabungan yang berada di lokasi segera melakukan evakuasi dan proses identifikasi. Aparat kepolisian memastikan bahwa potongan kaki tersebut identik dengan salah satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir lahar.

Kapolsek Dukun, AKP Setia Darminta, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kecocokan dengan korban atas nama Heru Setyawan (25), warga Desa Krinjing.

“Dari hasil identifikasi, potongan kaki tersebut identik dengan almarhum Heru,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Keterangan senada disampaikan Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto. Ia menegaskan bahwa bagian tubuh yang ditemukan merupakan milik Heru, yang sehari-hari bekerja sebagai kuli pasir.

Sementara itu, korban lainnya yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia adalah Arif Fuad Hasan (26), warga Ngargosoko, Srumbung, Kabupaten Magelang. Fuad diketahui bekerja sebagai sopir truk.

Menurut Arif, hingga Rabu sore, tim baru berhasil menemukan dua korban meninggal dunia. Proses pencarian sempat dihentikan sementara karena faktor cuaca yang kurang mendukung.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat menyusul bencana tersebut. Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Dengan status tanggap darurat, diharapkan akses terhadap pembiayaan, sumber daya, dan dukungan lainnya menjadi lebih kuat sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Bambang di Kantor Kecamatan Dukun.

Ia menambahkan, status tanggap darurat ditetapkan selama tujuh hari ke depan dan dapat diperpanjang sesuai perkembangan situasi. Langkah ini juga dimaksudkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan optimal, terutama menjelang Idul Fitri.

Sebelumnya diberitakan, banjir lahar hujan terjadi di Sungai Senowo pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB akibat intensitas hujan yang tinggi di kawasan hulu. Bencana tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya sempat dilaporkan hilang.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memprioritaskan upaya tanggap darurat serta penyisiran korban bersama BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan.

Selain korban meninggal dan hilang, tercatat enam orang mengalami luka-luka. Dua di antaranya sempat menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi pencarian serta tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air di sepanjang aliran sungai.

Abrian Tamtama

Penulis: AbrianEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi