Daerah  

Bupati Malang Tinjau Puskesmas Lawang, Siapkan Relokasi Ruang Rawat Inap ke Gedung Kartini

Avatar photo
Bupati Malang Tinjau Puskesmas Lawang, Siapkan Relokasi Ruang Rawat Inap ke Gedung Kartini
Bupati Malang Tinjau Puskesmas Lawang, Siapkan Relokasi Ruang Rawat Inap ke Gedung Kartini

MALANG, JADIKABAR – Bupati Malang H. M. Sanusi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo meninjau langsung operasional layanan kesehatan di UPT Puskesmas Lawang, Kamis (30/4/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program “sambang puskesmas” yang telah berjalan sejak awal April 2026.

Dalam peninjauan itu, Bupati Malang memastikan kelayakan fasilitas, kesiapan sarana dan prasarana, serta mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat berjalan sesuai standar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kualitas layanan di setiap puskesmas di wilayah Kabupaten Malang.

Sanusi menyoroti keterbatasan ruang rawat inap di Puskesmas Lawang yang dinilai tidak lagi memadai seiring meningkatnya jumlah kunjungan pasien.

“Animo masyarakat ke puskesmas semakin tinggi, sehingga perlu ada penambahan fasilitas, terutama ruang rawat inap yang saat ini sangat terbatas,” ujarnya.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Malang merencanakan pemindahan ruang rawat inap ke Gedung Kartini yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi puskesmas saat ini. Nantinya, layanan rawat jalan tetap berada di gedung utama, sementara ruang rawat inap dipusatkan di lokasi baru.

“Ke depan akan ada pengembangan. Kemungkinan ruang rawat inap dipindahkan ke Gedung Kartini, sehingga layanan terbagi di dua lokasi,” kata Sanusi.

Terkait target pelaksanaan, Sanusi menyebut rencana pemindahan tersebut diproyeksikan pada tahun 2027 dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran daerah.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Lawang dr. Kusuma Hati menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan layanan kesehatan. Ia berharap rencana pemindahan ruang rawat inap dapat meningkatkan kenyamanan pasien.

Menurut Kusuma, tingginya jumlah kunjungan pasien yang mencapai 100 hingga 150 orang per hari membuat kapasitas puskesmas saat ini tidak lagi mencukupi. Selain keterbatasan ruang, kondisi bangunan yang berada dekat aliran sungai juga menjadi pertimbangan perlunya relokasi.

“Kami berharap ke depan ada relokasi agar pelayanan bisa lebih optimal. Meski fasilitas terbatas, kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Lawang,” ujarnya.

Pihak puskesmas, lanjutnya, akan menunggu keputusan resmi dari Bupati Malang dan Dinas Kesehatan terkait realisasi pemindahan tersebut serta siap melaksanakan kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah.

Penulis: TFEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi