SIMALUNGUN, JADIKABAR.COM — Suasana haru, khidmat, dan penuh doa menyelimuti halaman Masjidil Asy Syuhada Korem 022/PT, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Sumatera Utara, Rabu (6/5/2026). Pemerintah Kabupaten Simalungun secara resmi melepas keberangkatan 100 jamaah calon haji untuk menunaikan ibadah haji musim 1447 H/2026 M.
Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, didampingi unsur Forkopimda. Momen sakral tersebut diiringi dengan kumandang azan dan lantunan talbiah yang menggema, menambah suasana emosional bagi para jamaah dan keluarga yang mengantar.
Dalam keberangkatan ini, para jamaah akan didampingi oleh empat petugas penyelenggara, yakni Ketua Kloter Riswansyah Hasibuan, Pembimbing Ibadah Haji Sumarno, serta dua tenaga kesehatan, dr. Nila Khairani Saragih dan dr. Dewi Surya, yang akan memastikan kelancaran ibadah serta kondisi kesehatan jamaah selama di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Simalungun, Ghozali Nasution, dalam laporannya menyampaikan bahwa total 100 jamaah asal Simalungun terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Sebagian jamaah telah lebih dahulu diberangkatkan dan tiba di Makkah dengan selamat.
“Untuk hari ini, sebanyak 90 jamaah yang tergabung dalam Kloter 14 diberangkatkan. Ini merupakan kelompok terbesar dari Simalungun, dan akan bergabung dengan jamaah dari Tapanuli Tengah serta Kota Medan,” jelas Ghozali.
Ia juga mengingatkan seluruh jamaah agar senantiasa menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta memperbanyak doa agar dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali sebagai haji yang mabrur.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto, berharap para petugas dapat membimbing jamaah dengan maksimal. “Kami berharap seluruh jamaah senantiasa sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk. Semoga ke depan kuota haji untuk Simalungun juga semakin bertambah,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Anton Achmad Saragih tidak hanya melepas keberangkatan, tetapi juga memberikan motivasi yang menyentuh. Ia mengajak seluruh jamaah melantunkan talbiah bersama serta berbagi pengalaman pribadinya saat menunaikan ibadah haji pada tahun 1981 dan 1994.
“Yang paling berat itu bukan saat berangkat, tetapi saat pulang. Apakah kita menjadi lebih baik atau tetap sama. Maka kuatkan niat dari sekarang. Insya Allah, seluruh jamaah berangkat dan kembali dalam keadaan lengkap serta menjadi haji yang mabrur,” ungkap Bupati dengan penuh harap.
Bupati juga berpesan agar para jamaah menjaga kesabaran selama di Tanah Suci serta meminta keluarga yang ditinggalkan untuk tetap tenang dan terus mendoakan.
Data jamaah menunjukkan keberagaman usia yang turut memperkuat semangat ibadah. Jamaah pria tertua berusia 80 tahun, Rahman Redjo Setiko, sementara yang termuda adalah Derian Reditya Nugraha (23 tahun). Untuk jamaah wanita, yang tertua adalah Kaminah Damanik (82 tahun) dan yang termuda Alma Dhea Arum Sari (25 tahun).
Rangkaian acara pelepasan juga ditandai dengan penyerahan simbolis rompi Kementerian Haji kepada Bupati serta penyerahan pataka “Habonaron Do Bona” kepada ketua rombongan sebagai doa restu agar perjalanan para jamaah berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.
Kehadiran para pejabat daerah, tokoh agama, serta keluarga besar jamaah semakin memperkuat suasana kebersamaan. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga wujud dukungan moral dan spiritual bagi para tamu Allah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.
Dengan penuh harapan dan doa, masyarakat Simalungun melepas para jamaah menuju Tanah Suci, berharap mereka kembali membawa keberkahan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi daerah yang mereka cintai. (AN)












