Daerah  

Viral! Aksi “Begal Pantat” di Mertoyudan Terekam CCTV, Pelaku Bermotor Tanpa Pelat Nomor

Avatar photo
Viral! Aksi “Begal Pantat” di Mertoyudan Terekam CCTV, Pelaku Bermotor Tanpa Pelat Nomor
Viral! Aksi “Begal Pantat” di Mertoyudan Terekam CCTV, Pelaku Bermotor Tanpa Pelat Nomor

MAGELANG, JADIKABAR – Rekaman video dugaan aksi pelecehan seksual jalanan atau yang disebut warga sebagai “begal pantat” viral di media sosial setelah terjadi di wilayah Santan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (6/5/2026) siang.

Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV di sekitar lokasi dan memperlihatkan seorang pengendara motor diduga melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan yang sedang berjalan kaki bersama rekannya.

Video itu salah satunya diunggah akun Instagram @magelang_raya dan ramai menjadi perhatian warganet. Dalam unggahan tersebut tertulis, “Begal fanthat dialami 2 wanita di Santan Mertoyudan Magelang siang tadi sekira jam 12.00 WIB Rabu 6 Mei 2026. Pelaku berhasil terekam CCTV.”

Dalam rekaman CCTV terlihat dua perempuan berhijab berjalan di sebuah jalan yang tampak sepi. Tidak lama kemudian, seorang pria mengendarai sepeda motor matik mendekati korban dari belakang. Pelaku diduga memepet salah satu korban dan menyentuh bagian sensitif tubuh korban sebelum melarikan diri.

Korban diduga merupakan seorang mahasiswi yang hendak pulang ke tempat kos. Sementara itu, pelaku diketahui menggunakan sepeda motor matik tanpa pelat nomor polisi.

Ketua RT 03/RW 01 Santan, Kelurahan Sumberejo, Mertoyudan, Heri Basuki, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, salah satu penghuni kos mendatanginya untuk meminta bantuan melihat rekaman CCTV milik lingkungan RT.

“Terus saya tanya ada apa? Ternyata dia baru saja dilecehkan. Sebagai barang bukti atau pun untuk mengenali pelakunya,” kata Heri saat ditemui Kamis (7/5/2026).

Setelah rekaman CCTV diputar, lanjut Heri, terlihat jelas adanya dugaan aksi pelecehan tersebut.

“Setelah kita putar dari CCTV tersebut memang ada kejadian seperti itu,” sambungnya.

Menurut Heri, peristiwa terjadi sekitar pukul 12.03 WIB hingga 12.05 WIB saat kondisi jalan sedang sepi. Dari pengakuan korban, hanya satu orang yang menjadi sasaran pelaku meski mereka berjalan berdua.

“Pengakuan dari anak tersebut satu orang yang dilecehkan. Jadi dia jalan berdua, mungkin yang berdekatan dengan pelaku itu yang dilecehkan,” ujarnya.

Heri juga menyebut pelaku diduga sudah mengamati korban sejak dari kejauhan sebelum menjalankan aksinya.

“Dari pantauan CCTV sepertinya pelaku itu sudah mengamati dari jauh. Kemudian saat mereka berjalan, dari belakang ditepuk bagian sensitifnya dari perempuan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, kendaraan yang digunakan pelaku juga dinilai mencurigakan lantaran tidak menggunakan pelat nomor.

“Sepertinya sudah merencanakan orang tersebut. Karena motornya baru kalau dari CCTV yang terlihat,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Mertoyudan AKP Aris Mulyono mengatakan hingga Kamis (7/5/2026), pihak kepolisian belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.

“Belum ada laporan. Monitor korban mahasiswi,” katanya singkat.

Penulis: Abrian TamtamaEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi