Malang, JadiKabar.com– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-80 tahun benar-benar menjadi momen yang spektakuler. Hampir di seluruh penjuru tanah air, berbagai kegiatan digelar untuk memperingati hari bersejarah tersebut. Salah satunya adalah perayaan meriah yang berlangsung di Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Dengan mengusung tema “Spectacular Wonokerto Carnival”, warga setempat menyajikan sebuah karnaval akbar yang tak hanya menampilkan kreativitas warga, tetapi juga memperlihatkan kekompakan, kebersamaan, serta semangat nasionalisme yang membara.
Meski hujan mengguyur kawasan Wonokerto sejak siang, hal tersebut tidak menyurutkan langkah para peserta karnaval. Dengan penuh semangat, 24 grup peserta yang berasal dari warga Wonokerto tetap menampilkan berbagai atraksi dan mengenakan kostum-kostum menarik yang sarat makna kebudayaan dan kreativitas.
Suasana semakin meriah berkat dukungan luar biasa dari masyarakat sekitar yang memenuhi pinggir jalan untuk memberikan semangat. Sorak-sorai dan tepuk tangan warga membuat semangat peserta karnaval semakin berkobar.
Acara yang memang sudah di siapkan sejak jauh-jauh hari. Namun hujan bukan alasan untuk menghentikan perayaan HUT RI, justru menambah semarak dan menjadi kenangan tersendiri bagi seluruh peserta.
Demi kelancaran jalannya acara, pihak panitia bekerja sama dengan aparat gabungan. Tercatat sebanyak 125 personel pengamanan dikerahkan, terdiri dari TNI, Polri, Dishub, Linmas, Panitia, serta dukungan dari Relawan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Kabupaten Malang wilayah 02, 07, dan 08. Selain itu, tim medis dari SIBAT PMI, Puskesmas Wonokerto, serta relawan kesehatan turut disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal darurat.
Tak hanya sekadar hiburan, karnaval ini juga menjadi ajang memperkuat rasa persaudaraan antarwarga sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya dan gotong royong.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Wonokerto berhasil menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak akan pernah pudar, bahkan tetap menyala meski di bawah guyuran hujan. “Spectacular Wonokerto Carnival” pun menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Desa Wonokerto memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi sekaligus kreativitas yang patut diapresiasi.
Kepala Desa Wonokerto menjelaskan, bahwa dirinya mengucap rasa syukur yang se dalam-dalamnya, walaupun kondisi cuaca agak gerimis, namum warga sangat antusias untuk melihat penampilan para peserta karnaval dengan kostum yang mereka sudah siapkan, ungkap Termidi Kuswanto.
” Alhamdulillah warga semua di sini sangat semangat mas, bukan hanya warga saja, namun dari Muspika, Teman-teman keamanan sudah hadir semua, demi kelancaran acara yang kami selenggarakan malam ini” , tandasnya, pada Rabu (27/8/2025) dini hari.
Termidi juga berharap kepada masyarakat, khususnya yang ada di wilayah Wonokerto, ini bisa berjalan dengan hikmat, lancar, dan berkah barokah manfaat untuk nanti kedepannya.
” Malam ini ada 25 peserta sound horeg, yang saya berharap desa kami bisa menjadi acuan, dam suri tauladan, di Desa-desa lainya, dan saya juga mendoakan kegiatan yang nantinya akan digelar di Desa-desa lain bisa lancar dan selamat “, harapnya.
Senada dengan kepala Desa Wonokerto, Camat Bantur juga sangat mengapresiasi, kegiatan tersebut, karena dari sepuluh Desa ini, ada tiga, yaitu Karang sari, Rejosari, dan Wonokerto. Wonokerto adalah titik strategis central, paling utara, dari tingkat ekonomi, sosial, dan budaya, dan desa ini bisa di bilang paling baik dari Desa lainya, ucap Bayu Jatmiko.
“Dengan tahun ini mereka melaksanakan gebyar karnaval, harapan kami bisa terus menggeliat, khususnya dari segi ekonomi, dengan adanya aktivitas seperti ini, saya harapankan bisa mendongkrak, aktifitas perekonomian yang ada di Desa Wonokerto” Tutupnya.












