OKI, JadiKabar.com – Dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Provinsi Sumatera Selatan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, resmi dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Kabupaten Banyuasin. Prosesi ini digelar khidmat di Gedung Perahu Kajang, Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (2/12/2025).
Pengukuhan tersebut menjadi simbol komitmen Banyuasin dalam memperkuat mutu pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru, sejalan dengan tema nasional: “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas.”
Penguatan Peran Guru dan Sejarah Panjang PGRI
PGRI, yang berdiri sejak 1945, telah menjadi rumah besar para pendidik dalam memperjuangkan hak, martabat, dan profesionalisme guru. Pada usia ke-80, organisasi ini kembali meneguhkan perannya sebagai pilar pendidikan nasional—mendorong solidaritas, integritas, dan pengabdian tanpa henti.
Dalam konteks Banyuasin, pengukuhan Nabila sebagai “Ibunda Guru” dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan emosional, sosial, dan kelembagaan antara pemerintah daerah, guru, dan masyarakat. Gelar itu bukan sekadar prosesi simbolik, melainkan mandat moral untuk memperjuangkan kualitas pendidikan di tingkat daerah.
Nabila: “Amanah Mulia untuk Pendidikan Banyuasin”
Usai dikukuhkan, Nabila menyampaikan rasa syukur sekaligus tekadnya untuk membawa energi baru bagi dunia pendidikan Banyuasin.
> “Tentu ke depan saya akan berkoordinasi dengan PGRI dan Dinas Pendidikan Banyuasin. Peran ini menjadi amanah baru yang sangat mulia untuk masa depan pendidikan kita,” ujarnya.
Ia pun meminta doa agar amanat tersebut dapat dijalankan dengan baik, sekaligus menyampaikan penghargaan kepada PGRI Sumatera Selatan atas kepercayaan yang diberikan.
Hadir Sejumlah Pejabat Banyuasin
Dalam acara ini, Nabila didampingi oleh jajaran Pengurus PKK Kabupaten Banyuasin, Staf Ahli Bupati Bidang Infrastruktur, Ekonomi, dan SDA Dr. H. Salni Pajar, S.Ag., M.Hi, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banyuasin Dra. Yosi Zartini, MM.
Acara puncak HUT PGRI ini ditutup dengan refleksi bersama seluruh guru se-Sumatera Selatan tentang peran pendidik sebagai fondasi peradaban bangsa.
(Sihabbudin Nst)












