Berita  

Rumah Tumiji Kembali Tergenang Akibat Musim Hujan, Warga Muara Burnai 2 Minta Perhatian Pemerintah

Avatar photo
Rumah Tumiji Kembali Tergenang Akibat Musim Hujan, Warga Muara Burnai 2 Minta Perhatian Pemerintah
Foto Istimewa Rumah Tumiji Kembali Tergenang Akibat Musim Hujan, Warga Muara Burnai 2 Minta Perhatian Pemerintah

OKI, JadiKabar.com – Malam di Dusun 7 RT 01 Desa Muara Burnai 2, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mendadak berubah muram ketika genangan air kembali menyelinap ke rumah-rumah warga. Salah satunya rumah milik Tumiji (45), yang harus pasrah saat air luapan sungai memasuki tempat tinggalnya pada Kamis (11/12/2025) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Tumiji bercerita, dirinya bersama istri, anak, dan orang tua tengah terlelap ketika air mulai masuk ke lantai rumah. Meski tidak sampai membahayakan keselamatan, kejadian ini tetap membuat mereka panik.

“Kami lagi tidur, tiba-tiba lantai basah dan air masuk. Sekarang air sudah stabil, tapi tetap bikin khawatir,” ungkapnya kepada wartawan.

Daerah Muara Burnai 2 memang berada dekat aliran sungai yang kerap meluap saat musim hujan. Secara historis, wilayah ini beberapa kali menghadapi persoalan banjir musiman. Luapan air sungai biasa menggenangi permukiman dataran rendah, sementara warga di dataran lebih tinggi relatif aman.

Namun, menurut sejumlah warga, genangan yang terjadi kali ini lebih cepat naik dibanding banjir sebelumnya. Meski tidak merusak bangunan, fenomena ini menjadi alarm baru bahwa ekosistem sungai dan drainase perlu diperhatikan lebih serius.

Tumiji dan warga lain berharap agar pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan dan memberikan solusi jangka panjang. Warga menilai perlindungan lingkungan dan perbaikan akses drainase menjadi kebutuhan mendesak agar banjir tidak terus berulang.

“Kami berharap ada bantuan dan perhatian. Banjir ini bukan hal baru, tapi semakin sering. Kami ingin ada tindakan nyata,” tutup Tumiji.

Penanganan banjir musiman di wilayah ini memerlukan koordinasi lintas instansi, mulai dari normalisasi sungai, pembenahan saluran air, hingga mitigasi bencana berbasis masyarakat. Selama belum ada langkah komprehensif, warga hanya bisa bertahan setiap kali hujan turun lebih deras dari biasanya.

Reporter: Sihabbudin Nst

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *