PANGKALAN BALAI, JadiKabar.com – Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus mematangkan rencana relokasi pedagang Pasar Pangkalan Balai ke Pasar Rakyat Cangkring. Langkah tersebut dibahas dalam rapat lanjutan yang dipimpin Staf Ahli Bupati Banyuasin Bidang Infrastruktur, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam, Dr. H. Salni Pajar, S.Ag., M.H.I., mewakili Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Kamis (18/12), dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait guna memastikan proses relokasi berjalan terencana dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Banyuasin, Adam Ibrahim, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa Pasar Pangkalan Balai saat ini menghadapi berbagai persoalan serius, terutama dari sisi infrastruktur dan tata kelola kawasan.
“Pasar Pangkalan Balai memiliki sejumlah permasalahan, mulai dari tidak tersedianya lahan parkir sehingga kendaraan parkir di depan kios, tidak adanya tempat pembuangan sampah sementara, kondisi pasar yang terlihat kumuh, hingga mengganggu akses jalan umum. Bahkan, bangunan pasar sudah dinilai tidak layak,” ujar Adam Ibrahim.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar utama pemerintah daerah untuk merelokasi seluruh pedagang ke Pasar Rakyat Cangkring yang dinilai lebih representatif dan mendukung aktivitas perdagangan secara tertib dan nyaman.
Selain relokasi pedagang, Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga menyiapkan sejumlah rencana tindak lanjut di Pasar Rakyat Cangkring. Di antaranya pembangunan kios dan los baru, penambahan lahan parkir, serta penataan kawasan melalui pembangunan taman.
Adam Ibrahim menambahkan, hingga saat ini fasilitas pendukung operasional Pasar Rakyat Cangkring masih terus disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menciptakan pasar rakyat yang lebih layak, tertata, dan ramah bagi pedagang maupun masyarakat.












