Daerah  

Ini CINTA dari PURWAKARTA untuk SUMATERA dan ACEH

Avatar photo
Ini CINTA dari PURWAKARTA untuk SUMATERA dan ACEH
Ini CINTA dari PURWAKARTA untuk SUMATERA dan ACEH

Purwakarta, Jadikabar.com – Solidaritas lintas daerah kembali menemukan bentuk paling jujurnya: kepedulian. Di tengah proses pemulihan pascabencana alam yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumatera dan Aceh, masyarakat Purwakarta, Jawa Barat, menunjukkan empati kolektif yang nyata melalui aksi kemanusiaan.

Lintas kelompok masyarakat yang tergabung dalam wadah silaturahmi BELA PURWAKARTA berhasil menghimpun donasi lebih dari Rp30 juta dalam waktu kurang dari sepekan. Donasi tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai elemen masyarakat dari sejumlah kecamatan di Purwakarta.

Tak hanya berupa uang tunai, bantuan juga diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok dan pakaian layak pakai, yang selanjutnya disalurkan ke wilayah terdampak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta.

Serah Terima Donasi, Simbol Sinergi dan Kepedulian

Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para relawan sekaligus untuk merawat sinergi lintas sektoral, Pemerintah Kabupaten Purwakarta memfasilitasi kegiatan serah terima donasi secara simbolis. Acara tersebut digelar di Aula Janaka, Kompleks Pemkab Purwakarta.

Serah terima donasi dilakukan dari BELA PURWAKARTA kepada Paguyuban Warga Sumatera dan Aceh yang bermukim di Purwakarta, sebagai simbol kuatnya persaudaraan lintas daerah.

Mewakili Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, prosesi tersebut diresmikan oleh Sekretaris Daerah Purwakarta, Sri Jaya Midan, dengan didampingi unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan daerah.

Turut hadir unsur pimpinan Polres, Polsek, Kodim, Koramil, Kecamatan Purwakarta, serta perwakilan legislatif yang diwakili Luthfi Bamala, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta.

Lintas Komunitas Bergerak Bersama

Aksi kemanusiaan ini melibatkan spektrum masyarakat yang luas. Hadir perwakilan komunitas Ojek Online (Ojol), serikat buruh seperti SPSI dan SPMI, gabungan klub motor Roda Dua, serta berbagai organisasi masyarakat di antaranya Brigez, MPH, Drone Suple, Intiporia, hingga perwakilan pedagang kuliner Purnawarman, Paguyuban Pedagang Pasar Jum’at, dan kelompok masyarakat lainnya yang tergabung dalam BELA PURWAKARTA.

Dari unsur kedaerahan, hadir tokoh Sumatera di Jawa Barat, Azhar Aung, Ketua Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Provinsi Jawa Barat, beserta jajaran PKDP Kabupaten Purwakarta. Hadir pula Mardin, Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Purwakarta, serta perwakilan Paguyuban Warga Aceh yang diwakili M. Yusuf.

Acara turut dihadiri Ketua Harian Yayasan Al-Akhyar Wanayasa, Cucu Susianti, Ketua Posita, Rina Sri Nurbaeti selaku pemandu acara, serta pembacaan doa oleh Ustaz Uci Sanusi.

Dari unsur OPD, hadir Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, yang selama ini menjadi mitra kolaboratif BELA PURWAKARTA dalam penanganan kebencanaan.

Pemerintah Apresiasi, ASN Turut Bergerak

Dalam sambutannya, Sekda Purwakarta Sri Jaya Midan menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Purwakarta dalam membantu meringankan beban warga terdampak bencana.

Ia juga menginformasikan bahwa kalangan ASN Pemkab Purwakarta turut menggalang donasi yang telah disalurkan langsung oleh Bupati Purwakarta ke sejumlah titik bencana.

Menjelang prosesi serah terima, Sekda Sri Jaya Midan secara spontan memberikan tambahan donasi pribadi sebesar Rp1 juta, yang disambut hangat oleh para hadirin.

Jejak Panjang Kemanusiaan BELA PURWAKARTA

Sementara itu, Founder BELA PURWAKARTA, Aa Komara, menegaskan bahwa gerakan ini terinspirasi oleh langkah responsif para pemimpin daerah.

Ia mengapresiasi Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Om Zein yang dinilai cepat bergerak, menyalurkan bantuan, serta turun langsung bertemu warga terdampak.

Aa Komara juga memaparkan rekam jejak historis kegiatan kemanusiaan yang selama ini digerakkan BELA PURWAKARTA, antara lain:

Purwakarta untuk Lombok (2017)

Purwakarta untuk Sulawesi (2018)

Purwakarta untuk Maluku (2019)

Purwakarta untuk Indonesia (2022)

Purwakarta untuk Cianjur (2022)

Purwakarta untuk Sukabumi (2024)

dan kini Purwakarta untuk Sumatera dan Aceh (2025)

Ia berharap, musibah ini menjadi yang terakhir, sekaligus menjadi momentum untuk semakin merekatkan persaudaraan dan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman.

“Ini bukan sekadar donasi, tapi pesan cinta dan kepedulian sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.

Penulis: YosiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *