Wali Kota Batu Pimpin Apel Hari Relawan PMI Se-Malang Raya, Tekankan Solidaritas dan Ketangguhan Kemanusiaan

Avatar photo

Batu, JadiKabar.com – Di tengah dinamika kebencanaan dan krisis kemanusiaan yang kian kompleks, solidaritas tak boleh sekadar slogan. Itulah pesan kunci yang disampaikan Wali Kota Batu, Nurochman, saat memimpin Apel Peringatan Hari Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Se-Malang Raya Tahun 2025 di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Sabtu (27/12/2025).

Dalam amanatnya, Wali Kota menegaskan bahwa Hari Relawan PMI bukan hanya seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi kolektif untuk mengevaluasi pengabdian, memperkuat komitmen, serta meneguhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi napas utama gerakan PMI.

“Relawan PMI selalu hadir di garda terdepan dalam setiap bencana dan kondisi darurat. Hadir bukan karena kewajiban administratif, tetapi karena panggilan hati untuk menolong sesama tanpa pamrih,” tegas Nurochman.

Relawan PMI dan Sejarah Panjang Kemanusiaan
Palang Merah Indonesia memiliki jejak sejarah panjang dalam misi kemanusiaan nasional.

Berdiri sejak 1945, PMI menjadi bagian tak terpisahkan dari respons kebencanaan, layanan kesehatan, hingga aksi sosial lintas wilayah. Di Malang Raya yang secara geografis memiliki potensi bencana alam seperti longsor, banjir, dan gempa, kehadiran relawan PMI menjadi pilar penting dalam mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana.

Wali Kota Batu menilai peran relawan kini semakin strategis. Tantangan tidak lagi sebatas bencana alam, tetapi juga krisis sosial, kesehatan, dan kemanusiaan yang menuntut kecepatan, profesionalisme, serta kolaborasi lintas sektor.

Netral, Mandiri, dan Berintegritas
Dalam konteks tersebut, Nurochman mengingatkan pentingnya menjaga prinsip dasar PMI: kemanusiaan, netralitas, dan kemandirian. Ia mendorong para relawan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai etik yang menjadi fondasi gerakan.

“Relawan PMI harus menjadi teladan di tengah masyarakatberjalan seiring antara empati, kepedulian, dan ketulusan. Di situlah kekuatan moral PMI,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah dan masyarakat Malang Raya, Wali Kota menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh relawan PMI yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan diri demi kemanusiaan.

“Dedikasi saudara-saudara adalah wujud nyata nilai kemanusiaan yang luhur. Ini bukan pekerjaan biasa, ini pengabdian,” kata Nurochman.

Usai apel, Wali Kota secara langsung menyapa dan memberikan semangat kepada para relawan yang hadir. Gestur sederhana, namun sarat makna, bahwa negara hadir dan mengakui kerja sunyi para relawan.

“Terima kasih untuk semua relawan. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Selalu bahagia dalam pengabdian. Salam mBatu SAE. Sedoyo SAE.”

Apel Hari Relawan PMI Se-Malang Raya ini diikuti oleh 370 relawan PMI, serta dihadiri Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, jajaran Forkopimda Kota Batu, Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur, dan para Ketua PMI Kota/Kabupaten se-Malang Raya.

Momentum ini menjadi penegasan bahwa di tengah ketidakpastian zaman, solidaritas kemanusiaan tetap berdiri tegak dijaga oleh para relawan yang bekerja dalam diam, namun berdampak nyata. (Ryo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *