Solo, JADIKABAR.COM – Persis Solo akan menjamu Persita Tangerang pada laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1), dengan kickoff pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi Laskar Sambernyawa untuk mengakhiri puasa kemenangan yang telah berlangsung selama 14 pertandingan beruntun.
Tekanan jelas menggunung. Persis Solo saat ini terpuruk di posisi juru kunci klasemen sementara (peringkat 18) dengan koleksi tujuh poin. Dari 15 laga yang telah dijalani, Persis baru mengoleksi satu kemenangan, empat hasil imbang, dan 10 kekalahan, catatan yang jauh dari ekspektasi publik Manahan.
Satu-satunya kemenangan Persis musim ini terjadi pada pekan pertama, ketika mereka secara mengejutkan menundukkan Madura United FC 2-1 di laga tandang. Setelah itu, grafik performa tak kunjung menanjak.
Di bawah komando pelatih kepala Milomir Seslija, Persis Solo mencoba memutar arah kapal yang hampir karam. Pelatih asal Bosnia yang akrab disapa Milo itu menegaskan bahwa timnya kini berada dalam kondisi yang lebih siap secara fisik maupun mental.
“Kami sangat berambisi untuk menang di pertandingan ini. Saya melihat progres yang bagus dalam latihan. Pemain bekerja sangat kompetitif dan cara pandang mereka terhadap permainan juga semakin baik,” ujar Milo.
Menurutnya, intensitas latihan dan respons pemain menjadi modal penting untuk menghadapi Persita Tangerang, tim yang dikenal memiliki organisasi permainan rapi.
“Mereka siap bekerja keras di pertandingan nanti. Itu yang paling penting,” tambahnya.
Tak hanya menggenjot latihan, tim pelatih Persis juga melakukan evaluasi menyeluruh serta analisis terhadap kekuatan tim tamu, Persita Tangerang yang musim ini tampil relatif stabil di papan tengah.
“Kami sudah mempersiapkan diri menghadapi tim dengan organisasi yang cukup baik. Mereka bisa merepotkan, tapi kami sudah menyiapkan taktik untuk mengatasinya,” jelas Milo.
Namun bagi Milo, aspek mental tetap menjadi kunci utama. Ia meminta para pemain untuk tidak terjebak pada beban hasil-hasil buruk sebelumnya.
“Kami tidak boleh terus melihat ke belakang. Fokus kami adalah memperbaiki diri. Jika cara pandang pemain baik, tekanan bisa dikurangi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif di dalam tim.
“Tidak ada saling menyalahkan. Ini tantangan berat, dan satu-satunya cara adalah belajar dari kesalahan dan terus berkembang,” sambung Milo.
Sebagai klub dengan basis suporter besar dan sejarah panjang, Persis Solo selalu lekat dengan ekspektasi tinggi. Stadion Manahan bukan sekadar kandang, melainkan simbol kebangkitan dan harga diri.
Musim 2025/2026 sejauh ini menjadi salah satu periode tersulit bagi Laskar Sambernyawa. Namun, laga melawan Persita bisa menjadi titik balik, bukan hanya untuk klasemen, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan diri pemain dan suporter.
Di sisi lain, Persita Tangerang datang ke Solo tanpa beban berlebih. Situasi ini menjadikan laga berpotensi berjalan ketat, dengan Persis dipaksa tampil menyerang sejak menit awal demi satu tujuan yaitu tiga poin. (Ryo)












