Madura United Bangkit Perlahan, Putaran Kedua Jadi Penentu Nasib

Avatar photo
Madura United Bangkit Perlahan, Putaran Kedua Jadi Penentu Nasib
Foto Istimewa Artikel Madura United Bangkit Perlahan, Putaran Kedua Jadi Penentu Nasib

Pamekasan, JADIKABAR.COM – Putaran pertama BRI Super League 2025/26 resmi ditutup lewat laga Persijap Jepara kontra Dewa United Banten FC, Senin (12/1). Paruh musim ini menghadirkan dua wajah kontras: Persib Bandung nyaman di puncak klasemen dengan 38 poin, sementara Madura United masih harus berjibaku di papan bawah.

Skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab mengakhiri putaran pertama di posisi ke-14 klasemen sementara dengan raihan 17 poin dari 17 pertandingan. Perolehan tersebut berasal dari empat kemenangan, lima hasil imbang, dan delapan kekalahan. Dari sisi produktivitas, Madura United mencetak 18 gol dan kebobolan 24 gol.

Meski belum ideal, capaian musim ini dinilai menunjukkan tren perbaikan dibandingkan musim sebelumnya. Pada putaran pertama BRI Super League 2024/25, Madura United sempat terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi sembilan poin hingga pekan ke-17. Saat itu, lini pertahanan menjadi sorotan setelah mencatat selisih gol minus 23, jauh lebih buruk dibandingkan musim ini yang berada di angka minus enam.

Perbaikan tersebut tak lepas dari pembenahan struktur permainan dan peningkatan kedalaman skuad. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman seperti Lulinha menjadi salah satu tumpuan dalam menjaga stabilitas tim, baik di dalam maupun luar lapangan.

Secara historis, Madura United dikenal sebagai tim yang kerap tampil kompetitif sejak promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada 2016. Klub asal Pulau Garam ini bahkan pernah mencicipi papan atas liga dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan, terutama saat bermain di kandang sendiri.

Namun, dinamika kompetisi yang semakin ketat membuat konsistensi menjadi tantangan utama. Musim 2025/26 pun menjadi ajang pembuktian bahwa Madura United mampu bangkit dan menjauh dari ancaman degradasi.

Pelatih Madura United, Carlos Eduardo Bias Parreira, menegaskan komitmen timnya untuk tampil lebih solid pada putaran kedua. Ia menyadari posisi tim masih rawan, mengingat Madura United hanya terpaut dua tingkat dari zona degradasi dengan selisih tujuh poin dari Persis Solo yang berada di puncak zona merah.

“Kami akan bekerja lebih keras pada putaran kedua. Seluruh tim sudah berkomitmen untuk itu. Harapannya, semua rencana yang telah disusun bisa berjalan dengan baik,” ujar Parreira.

Putaran kedua BRI Super League 2025/26 akan menjadi ujian krusial bagi Madura United. Mereka dijadwalkan mengawali paruh musim dengan menghadapi Persija Jakarta pada 23 Januari mendatang, laga berat yang sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan tim dalam misi menjauh dari papan bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *