Bandung, JADIKABAR.COM – Persib Bandung memastikan diri sebagai juara paruh musim BRI Super League 2025/26 setelah menaklukkan rival klasiknya, Persija Jakarta, pada laga pekan ke-17. Kemenangan tersebut mengokohkan Maung Bandung di puncak klasemen sementara dengan koleksi 38 poin, unggul satu angka atas Borneo FC yang membuntuti di posisi kedua.
Dari 17 pertandingan, Persib mencatatkan 12 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Konsistensi performa sepanjang putaran pertama menjadi fondasi utama keberhasilan tim asuhan Bojan Hodak menutup paruh musim di posisi teratas.
Namun bagi Hodak, status juara paruh musim bukanlah tujuan akhir. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan fokus utama Persib adalah mempertahankan performa hingga akhir kompetisi dan mengamankan gelar juara sesungguhnya.
“Ini baru separuh musim. Kompetisi baru akan berakhir sekitar bulan Mei. Jadi juara di setengah musim tidak terlalu penting,” ujar Hodak.
Persib masih memiliki 17 pertandingan sisa di putaran kedua. Hodak menyadari tantangan akan semakin kompleks karena setiap lawan akan tampil dengan motivasi berlipat untuk menjegal pemuncak klasemen.
“Di putaran kedua nanti, semua tim akan berusaha mengalahkan kami. Itu hal yang normal bagi pemimpin klasemen,” ucapnya.
Tak hanya di level domestik, Persib juga harus membagi fokus ke kompetisi Asia. Pada Februari mendatang, Persib dijadwalkan tampil di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/26 dengan menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi FC. Jadwal padat pun tak terelakkan.
Dengan kalender pertandingan yang berpotensi semakin padat, manajemen kebugaran pemain menjadi prioritas utama. Hodak memutuskan memberikan waktu libur kepada skuadnya hingga 15 Januari 2026. Persib akan kembali menggelar latihan intensif mulai Jumat (16/1).
Persiapan tersebut difokuskan untuk menatap laga pembuka putaran kedua melawan PSBS Biak, yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari.
“Kami punya waktu sekitar dua pekan untuk pemulihan agar pemain benar-benar bugar. Selain liga, kami juga masih bermain di AFC Champions League Two dan kemungkinan ada tambahan dua hingga empat pertandingan,” jelas Hodak.
Secara historis, Persib Bandung dikenal sebagai salah satu klub paling konsisten di sepak bola Indonesia, dengan basis suporter besar dan tradisi prestasi yang kuat. Status juara paruh musim ini menjadi sinyal positif, namun juga pengingat bahwa jalan menuju gelar masih panjang dan penuh tekanan.
Putaran kedua akan menjadi fase krusial: menjaga konsistensi, mengelola rotasi pemain, dan tetap fokus di dua kompetisi berbeda. Bagi Persib, mahkota sejati bukan di Januari, melainkan di akhir musim.












