MAGELANG, JADIKABAR.COM – Suasana haru menyelimuti prosesi kepulangan jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Kota Magelang yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet. Isak tangis keluarga dan warga pecah saat ambulans pembawa jenazah tiba di Masjid Baitur Rosyidin, Perumahan Depkes, Kelurahan Kramat Utara, Kamis malam.
Ambulans tiba sekitar pukul 20.26 WIB dan langsung diarahkan ke pelataran masjid. Peti jenazah berwarna putih kemudian diturunkan secara perlahan dan dibawa masuk ke dalam masjid untuk disemayamkan.
Ayah almarhum, Dhani Rusman, terlihat turun dari ambulans dengan langkah tertatih. Meski diliputi duka mendalam, ia berusaha tegar menerima pelukan dan ucapan belasungkawa dari warga yang sejak selepas salat Isya telah memadati area masjid.
Jenazah Ali disalatkan tepat pukul 20.30 WIB, diikuti ratusan pelayat dari berbagai kalangan. Seusai salat jenazah, digelar prosesi pemberangkatan.
Dua kakak almarhum tampak membawa potret sang adik, sementara ibu almarhum, Utari Juanita, tidak terlihat dalam prosesi di masjid.
Dalam sambutannya, Dhani Rusman menyampaikan rasa terima kasih atas doa, dukungan, serta empati yang mengalir kepada keluarganya sejak Ali dinyatakan hilang hingga ditemukan.
“Kami sangat bersyukur anak kami yang hilang akhirnya kembali, meskipun dalam keadaan raga yang telah tiada,” ujar Dhani dengan suara bergetar.
Ia menuturkan, musibah yang menimpa keluarganya menyimpan banyak pelajaran berharga, mulai dari kejujuran, keikhlasan, kebersamaan, hingga kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Dhani juga mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan dan para relawan yang terlibat dalam pencarian Ali, termasuk dukungan dari Forkopimda Kabupaten Pemalang serta masyarakat setempat.
“Warga Pemalang sangat rukun dan menerima kami seperti keluarga sendiri. Terima kasih atas segala jasa panjenengan semua. Ali tidak akan melupakan kebaikan itu,” tuturnya.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, turut hadir dalam prosesi tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam dan mendoakan agar keluarga almarhum diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
Usai prosesi pemberangkatan, jenazah Ali dibawa menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sidotopo, Kedungsari. Ratusan warga, kerabat, serta rekan sekolah tampak mengiringi perjalanan jenazah hingga ke peristirahatan terakhirnya. (Red)












