Lamongan, Jadikabar | Tepatnya Malam Jumat di Dusun Tanggungan, Desa Sidomukti, Kamis (15/01/2026), mengalir dengan ketenangan yang sulit diungkapkan kata. Di rumah sederhana milik Suwono, lantunan tahlil menggema perlahan, menyatu dengan napas warga yang duduk bersila penuh khidmat. Di antara mereka, hadir sosok berseragam cokelat bukan sebagai aparat yang berjarak, tetapi sebagai saudara yang ikut larut dalam doa dan kebersamaan.
Ia adalah Mas Bhabin Sidomukti, AIPDA Nanang Sumantri, S.H., yang malam itu menjalankan PEDDAL KAMTIBMAS DDS Sobo Kampung dengan cara yang berbeda: menyatu bersama warga dalam tahlil rutin malam Jumat. Bagi Mas Bhabin, menjaga keamanan desa tidak selalu harus dengan patroli keliling dan sirine, tetapi bisa dimulai dari duduk bersama, mendengar, dan mendoakan.
Dalam suasana religius yang hangat itu, batas antara Polri dan masyarakat seakan luluh. Doa-doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk para leluhur, tetapi juga untuk keselamatan, ketenteraman, dan masa depan Desa Sidomukti. Kehadiran Mas Bhabin memberi rasa aman yang tenang hadir tanpa menggurui, menjaga tanpa menakuti.
Usai tahlil, obrolan ringan mengalir. Cerita tentang keluarga, harapan, hingga kegelisahan kecil warga disampaikan dengan terbuka. Di sinilah esensi PEDDAL KAMTIBMAS terasa nyata. Melalui dialog yang tulus, Mas Bhabin berbelanja informasi kamtibmas, menyerap aspirasi, dan mendeteksi potensi permasalahan sejak dini semua dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan.
Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H. menegaskan bahwa pendekatan seperti ini merupakan bentuk pengabdian Polri yang sesungguhnya.
“Mas Bhabin kami dorong untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai petugas, tetapi sebagai bagian dari kehidupan warga. Dengan cara inilah kepercayaan tumbuh dan keamanan bisa dijaga bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keamanan yang kokoh lahir dari kedekatan batin. Saat masyarakat merasa didengar dan ditemani, potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sebelum berkembang. Pendekatan humanis dan religius ini menjadi wujud nyata Polri Presisi yang mengedepankan pencegahan, pelayanan, dan empati.
Bagi warga Dusun Tanggungan, malam itu bukan sekadar tahlil rutin. Kehadiran Mas Bhabin membawa pesan bahwa negara hadir hingga ke ruang-ruang paling sunyi desa. Bahwa keamanan bukan sekadar kewajiban aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang dirajut melalui kebersamaan.
Di Sidomukti Abang Uman Wonge Negoro bukan sekadar slogan. Ia hidup dalam sikap Mas Bhabin yang rendah hati, mau duduk bersila, dan menjaga desa dengan sepenuh hati. Dari doa malam Jumat, tumbuh harapan akan desa yang aman, damai, dan rukun hari ini, esok, dan seterusnya.












