Berita  

Kericuhan Pecah di Depan Kantor Pemkab Bangkalan, Massa HMI Kecewa Bupati Tak Kunjung Temui Aksi

Avatar photo
Kericuhan Pecah di Depan Kantor Pemkab Bangkalan, Massa HMI Kecewa Bupati Tak Kunjung Temui Aksi
Foto Istimewa Kericuhan Pecah di Depan Kantor Pemkab Bangkalan, Massa HMI Kecewa Bupati Tak Kunjung Temui Aksi

Bangkalan, JADIKABAR.COM – Kericuhan mewarnai aksi demonstrasi yang digelar oleh aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Senin (19/01/2025). Ketegangan memuncak setelah massa aksi merasa diabaikan karena Bupati Bangkalan tak kunjung menemui mereka untuk menyampaikan aspirasi

Aksi yang dimulai sejak pagi hari ini awalnya berjalan dengan penyampaian orasi secara bergantian. Massa membawa sejumlah tuntutan terkait evaluasi kinerja pemerintah daerah dan isu strategis di Bangkalan. Namun, situasi mulai memanas saat perwakilan Pemkab mengabarkan bahwa Bupati sedang tidak berada di tempat atau memiliki agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Pukul 10.00 WIB: Massa berkumpul dan memulai orasi di depan gerbang Pemkab.
Pukul 11.30 WIB: Ketegangan mulai terlihat saat massa mencoba merangsek masuk ke dalam halaman kantor.

Pukul 13.00 WIB: Kericuhan pecah. Terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan (Satpol PP dan Kepolisian) yang menjaga ketat pintu masuk.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Isra’ Mi’raj menyatakan bahwa mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada kepala daerah. Mereka merasa surat permohonan audiensi yang diajukan sebelumnya tidak direspons dengan baik.

“Kami datang dengan niat baik untuk berdialog, tapi seolah-olah aspirasi kami dibenturkan dengan pagar besi dan barikade petugas. Kami kecewa Bupati tidak mau menemui rakyatnya sendiri,”Ujarnya

Isra’ menegaskan bahwa kehadirannya di Kantor Pemkab Bangkalan untuk menagih janji bupati. Pihaknya menilai, banyak janji politik Lukman Hakim yang disampaikan saat kampanye tidak direalisasikan selama satu tahun masa pemerintahannya.

“Kami datang baik-baik, sesuai aturan, tapi ditembaki water cannon, alat-alat kami rusak, kami hanya minta bupati untuk keluar menemui kami, ternyata dihalangi aparat,” Tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *