MALANG, JADIKABAR – Polresta Malang Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di halaman Mapolresta Malang Kota, Kamis (12/3).
Kegiatan ini mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia, Aparat Siaga” sebagai komitmen kepolisian dalam menjamin kenyamanan masyarakat selama masa Lebaran.
Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo, S.I.K., M.M., menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas di wilayah Kota Malang. Sebanyak 600 personel gabungan disiagakan untuk mengisi berbagai pos strategis.
“Secara keseluruhan ada 600 personel yang dikerahkan, dibantu oleh instansi terkait seperti Dishub, Linmas, hingga potensi masyarakat,” ujar AKP Rio saat ditemui usai apel.
Sebaran Pos Pengamanan dan Pelayanan
Untuk memastikan kelancaran arus, Satlantas telah mendirikan beberapa titik pos, di antaranya:
- Pos Pengamanan (Pospam): Exit Tol Madyopuro, Jembatan UB (Soekarno-Hatta), dan Pos Mitra 1 Alun-Alun Kota.
- Pos Pelayanan (Posyan): Stasiun Kota Baru.
Tim Urai Kemacetan di 6 Titik Rawan
Salah satu inovasi yang ditekankan oleh Kasatlantas muda ini adalah pengerahan Tim Urai Kemacetan yang tersebar di enam zona wilayah:
- Utara: Pos Graha Kencana.
- Timur: Jembatan Kedungkandang.
- Barat: Landungsari.
- Selatan: Wilayah Sukun.
- Tengah: Kawasan 12.0.
- Pusat: Pos MCC (Malang Creative Center).
“Tim urai ini bertugas memantau kepadatan secara real-time, baik melalui patroli langsung maupun pantauan Google Maps. Jika terlihat indikasi warna merah (macet), tim akan langsung bergerak melakukan penguraian sebelum terjadi penumpukan kendaraan yang stuck,” jelasnya. Setiap titik tim urai tersebut diperkuat oleh 15 hingga 20 personel gabungan.
Tantangan Prediksi Kepadatan
Terkait tantangan tahun ini, AKP Rio menekankan pada akurasi prediksi dan kecepatan respons terhadap kepadatan arus mudik maupun balik. Menurutnya, fokus utama Kasatgas Kamseltibcarlantas dalam Operasi Ketupat ini adalah mendeteksi potensi kemacetan lebih dini agar masyarakat tetap bisa melakukan perjalanan dengan nyaman.
“Tantangannya adalah kepadatan arus. Kita harus mampu memprediksi lebih awal dan cepat melakukan penguraian di titik-titik simpul seperti Simpang Tiga Jembatan UB dan kawasan MCC,” pungkasnya.












