Awal Periode Mudik Lebaran, Cuaca Relatif Kondusif namun Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Avatar photo

SURABAYA, JADIKABAR.COM – Memasuki awal periode arus mudik Lebaran 2026, kondisi cuaca di Indonesia secara umum diprakirakan relatif kondusif. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode angkutan Lebaran tahun ini berlangsung sejak 13 hingga 30 Maret 2026, dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri pada 21–22 Maret 2026.

BMKG menyampaikan bahwa secara umum kondisi cuaca selama periode Lebaran 2026 cenderung didominasi hujan ringan hingga sedang, sehingga masih tergolong cukup aman untuk aktivitas perjalanan mudik.

Namun demikian, potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, terutama pada awal hingga pertengahan Maret.

Dalam proyeksi BMKG, wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, hingga Nusa Tenggara termasuk daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode awal Maret.

Selain itu, BMKG juga mencatat bahwa pada awal Maret telah terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah, yang menunjukkan kondisi atmosfer masih cukup aktif.

Kondisi ini tidak terlepas dari fakta bahwa Indonesia masih berada dalam periode musim hujan. BMKG memprediksi musim hujan tahun ini berlangsung lebih panjang akibat pengaruh fenomena La Nina lemah, yang membuat curah hujan cenderung meningkat hingga Maret 2026.

Meski demikian, intensitas hujan diperkirakan akan mulai menurun secara bertahap menjelang akhir Maret hingga memasuki April, yang menjadi masa peralihan menuju musim kemarau.

BMKG juga mengingatkan bahwa meskipun kondisi umum relatif kondusif, potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi masih perlu diwaspadai, khususnya di jalur-jalur strategis mudik darat, laut, dan udara.

Bahkan, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk kemungkinan operasi modifikasi cuaca di wilayah tertentu guna mengurangi risiko gangguan perjalanan.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, BMKG mengimbau para pemudik untuk:

  • Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG
  • Menghindari perjalanan saat cuaca ekstrem
  • Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima
  • Mengantisipasi potensi genangan atau banjir di jalur rawan

BMKG juga menegaskan bahwa layanan informasi cuaca akan terus diperbarui secara real-time melalui berbagai platform guna mendukung keselamatan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Secara keseluruhan, awal periode mudik Lebaran 2026 diperkirakan berlangsung dalam kondisi cuaca yang relatif kondusif. Namun, masyarakat tetap diminta untuk tidak lengah karena potensi hujan dan cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Kewaspadaan dan kesiapan menjadi kunci utama agar perjalanan mudik tetap aman, nyaman, dan lancar.

Penulis: RyoEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi