Bapas Magelang Soroti Maraknya Perang Sarung, Minta Pengawasan Anak Diperketat

Avatar photo
Keterangan Foto: Ilustrasi Perang Sarung di Magelang Jawa Tengah

Magelang, Jadikabar.com – Balai Pemasyarakatan Kelas II Magelang menyoroti kembali maraknya fenomena perang sarung yang belakangan terjadi di sejumlah daerah dan bahkan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

Tradisi yang semula dipandang sebagai permainan musiman saat bulan Ramadan itu kini dinilai telah bergeser menjadi tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan anak dan remaja.

Dalam berbagai pemberitaan nasional, perang sarung disebut tidak lagi dilakukan secara spontan dan sekadar bercanda.

Sejumlah kelompok dilaporkan memodifikasi sarung dengan memasukkan benda keras ke dalamnya, sehingga meningkatkan risiko cedera serius saat aksi saling serang terjadi. Situasi ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

Pihak Bapas Magelang menilai, keterlibatan anak dalam aksi kekerasan tersebut bukan hanya berdampak pada keselamatan fisik, tetapi juga berpotensi membawa konsekuensi hukum yang dapat memengaruhi masa depan mereka. Anak yang tersandung perkara pidana berisiko menjalani proses hukum yang panjang dan meninggalkan catatan negatif dalam perjalanan hidupnya.

Bapas Magelang mengimbau peran aktif seluruh elemen masyarakat—mulai dari orang tua, pihak sekolah, hingga tokoh lingkungan—untuk memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak selama Ramadan.

Momentum bulan suci seharusnya diisi dengan kegiatan keagamaan dan aktivitas positif yang membangun karakter, bukan justru menjadi ruang munculnya tindakan kekerasan.

Melalui langkah pencegahan dan edukasi yang dilakukan secara bersama-sama, diharapkan potensi terjadinya perang sarung dapat ditekan.

Bapas Magelang menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak guna menjaga keamanan lingkungan sekaligus melindungi generasi muda dari risiko yang dapat merugikan masa depan mereka. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi