Bangkalan, Jadikabar.com – Camat Burneh kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan warga dengan menghadiri acara Rokat atau selamatan yang digelar oleh masyarakat Kelurahan Tunjung, Kamis (09/04/2026). Ritual adat dan doa bersama ini dilaksanakan di area dekat Dam Tunjung sebagai respons atas musibah hanyutnya seorang ibu dan anak di lokasi tersebut baru-baru ini.
Kehadiran Camat Burneh di lokasi ini merupakan kali kedua dalam beberapa hari terakhir, memenuhi undangan mendadak dari warga setempat yang merasa prihatin atas rentetan kejadian di area Dam.
Penghormatan dan Doa untuk Para Korban
Dalam suasana yang khidmat, Camat Burneh bersama warga memanjatkan doa bersama yang ditujukan khusus bagi para korban. Doa tersebut tidak hanya ditujukan bagi ibu dan anak yang musibahnya baru memasuki hari keempat, namun juga bagi korban-korban terdahulu.
“Tadi kami sempat mengirim doa untuk korban. Ada ibu dan anak yang musibahnya memasuki hari keempat, serta tiga korban lainnya yang pernah terjadi di Dam Tunjung pada masa-masa sebelumnya,” ujar Camat Burneh.
Ikhtiar Spiritual Demi Keselamatan Bersama
Selain sebagai bentuk belasungkawa, acara Rokat ini menjadi simbol ikhtiar spiritual warga Kelurahan Tunjung agar wilayah mereka dijauhkan dari segala marabahaya di masa depan. Camat Burneh menegaskan pentingnya kebersamaan dalam memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat agar musibah serupa tidak terulang.
“Solidaritas Warga Menunjukkan kekompakan warga Kelurahan Tunjung dalam menjaga keamanan lingkungan secara batiniah,Harapan Kedepan Menjadikan Dam Tunjung tempat yang lebih aman bagi aktivitas masyarakat sekitar.” Tuturnya
Camat Burneh berharap agar selamatan ini membawa ketenangan bagi keluarga korban dan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu waspada.
“Kita selamatan untuk doa bersama demi keselamatan ke depannya bagi semuanya, biar tidak terjadi apa-apa lagi,” pungkasnya. (Ed)












