Malang, JadiKabar. Com– Nuansa hangat dan penuh kebersamaan terasa kental dalam kegiatan Halalbihalal Idulfitri 1447 H yang diselenggarakan di Aula Kampus 1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar seluruh elemen kampus.
Kehadiran para purnatugas yang tampak lebih banyak dibanding tahun sebelumnya mencerminkan kuatnya ikatan emosional yang tetap terjaga, meskipun mereka telah menyelesaikan masa pengabdiannya. Hal ini menjadi bukti bahwa kebersamaan di lingkungan ITN Malang tidak lekang oleh waktu.
Selain para pensiunan, kegiatan ini juga diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa yang tergabung dalam HMPS dan UKM, hingga perwakilan alumni dan mitra perbankan. Seluruhnya larut dalam suasana saling memaafkan sekaligus memperkuat silaturahmi lintas generasi.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, dalam sambutannya mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan momen Halalbihalal sebagai sarana evaluasi diri. Ia menyoroti meningkatnya tantangan di dunia pendidikan yang menuntut kinerja tinggi, mulai dari produktivitas penelitian hingga percepatan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“tekanan kerja yang tinggi berpotensi memicu kelelahan dan kesalahpahaman. Oleh sebab itu, diperlukan budaya kerja yang tidak hanya berfokus pada capaian, tetapi juga menjunjung nilai empati, saling pengertian, dan kemanusiaan”, ucapnya pada rabu (1/4/2026).
Ia juga mengingatkan berbagai tantangan eksternal, termasuk kondisi ekonomi serta ketatnya persaingan antar perguruan tinggi. Dalam menghadapi hal tersebut, Rektor mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan kolaborasi dan semangat gotong royong, serta menghindari sikap saling menjatuhkan.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional (P2PUTN) Malang, Kartiko Ardi Widodo.
“Ramadan merupakan proses pembinaan diri yang bertujuan membersihkan hati dari sifat negatif, seperti iri dan dengki, sehingga mampu memperkuat kebersamaan dalam satu tujuan”, tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyalurkan tali asih kepada 17 penerima yang terdiri dari purnatugas, keluarga karyawan, pegawai yang tengah sakit, serta santunan bagi panti asuhan. Bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian para donatur yang dihimpun menjelang acara.
Ketua Panitia, Nanik Astuti Rahman, menjelaskan bahwa program ini menjadi bentuk perhatian kepada keluarga besar ITN Malang, khususnya mereka yang membutuhkan. Penyaluran bantuan dilakukan secara bergilir setiap tahun agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Kegiatan semakin bermakna dengan tausiyah yang mengangkat esensi Halalbihalal sebagai sarana memperbaiki hubungan antarsesama. Disampaikan bahwa tradisi ini tidak hanya menjadi budaya, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang mendalam dalam kehidupan bermasyarakat”, katanya.
Ia juga menambahkan makna Idulfitri sebagai momentum kembali kepada kesucian serta nilai Syawal sebagai simbol peningkatan diri turut menjadi pesan utama.
“Seluruh peserta diharapkan mampu menjaga semangat tersebut dengan meningkatkan kualitas ibadah, etos kerja, serta memperkuat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari”, harapnya.
Pesan penutup mengingatkan agar setiap individu terus menjaga perilaku dan hubungan sosial, sehingga tidak menjadi pribadi yang merugi karena menyakiti sesama. Semangat saling memaafkan dan memperbaiki diri diharapkan terus terjaga hingga masa mendatang.












