Bangkalan, JADIKABAR.COM – Gerakan Pasar Murah yang berlangsung di depan Pendopo Agung tidak menyediakan kebutuhan dapur seperti cabai rawit, cabai merah dan tomat. Padahal harga cabai rawit sedang melonjak tajam.
Berdasarkan pantauan tim media ini, gerakan pasar murah tersebut diselenggarakan oleh Pemkab Bangkalan dan yang bertanggung jawab Dinas Peternakan. Selain itu, situasinya cukup sepi pengunjung.
Pelaku yang berada di gerakan pasar murah tersebut selain distributor juga Dinas Peternakan mengambil andil dalam berjualan.
Pasar murah tersebut telah menyediakan beberapa kebutuhan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, daging ayam dan daging sapi. Namun tidak ada cabai rawit, tomat dan cabai merah.
Hal tersebut mendapat keluhan dari salah satu pengunjung, Rosadi, ia sangat menyayangkan karena tidak ada cabai rawit yang saat ini harganya sedang melonjak tajam.
“Cabai ini merupakan salah satu kebutuhan dapur, jadi kalau harganya melambung dan di pasar murah ini tidak disediakan itu seakan-akan gerakan pasar murah ini setengah-setengah,” ujar Rosadi, Sabtu(21/02/26).
Seperti diketahui, gerakan pasar murah diadakan 5 kali sebelum dan selama bulan ramadhan, tujuannya untuk mengantisipasi dan mengendalikan harga kebutuhan bahan pokok dan dapur yang melonjak tajam saat perayaan hari besar keagamaan.
“Harapannya di gerakan pasar murah berikutnya lebih lengkap sehingga masyarakat bisa memanfaatkan dengan sempurna,” katanya.
Menanggapai hal tersebut, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Setdakab Bangkalan, Qory Yuniastuti mengatakan, bahwa pihaknya telah bersurat kepada distributor agar berpartisipasi dalam gerakan pasar murah yang sejatinya keinginan Bupati Bangkalan.
“Tetap akan kami evaluasi untuk kedepan, tadi itu saja ada 7 distributor dan kami cukup kesulitan untuk menghubungi,” ucap Qory.
Namun begitu, Qory tetap berharap seluruh kebutuhan bahan pokok dan dapur harus lengkap di gerakan pasar murah yang dilaksanakan selama hari Jum’at dalam bulan Ramadhan.
“Sebenarnya kegiatan yang pertama itu lengkap mas, namun kan kami tidak bisa memaksa distributor meskipun kami berharap pasar murah ini lengkap,” tuturnya.
Sementara itu, d Kepala Bidang Bina Usaha, Dinas Peternakan Bangkalan, Eti Nandari saat ditanya perihal cabai rawit yang tidak ada di gerakan pasar murah kali ini, ia mengatakan bahwa bahan dapur tersebut berada di bawah Dinas Pertanian.
“Kalau kita kan Dinas Peternakan, jadi hanya sekitar daging dan olahannya saja,” pungkasnya singkat.












