KULONPROGO, JADIKABAR – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo, menjadi perhatian publik. Insiden tersebut terjadi di ruas Purworejo–Wates, tepatnya di Simpang Empat Mlangsen, Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, pada Minggu (1/3/2026).
Peristiwa itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Humas Polres Kulonprogo, Sarjoko. Ia menyampaikan bahwa aparat kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait penyebab kecelakaan.
Proses Penyelidikan Masih Berlangsung
Satuan Lalu Lintas Polres Kulonprogo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Penanganan dilakukan menggunakan metode traffic accident analysis (TAA) untuk merekonstruksi rangkaian kejadian secara detail.
Menurut pihak kepolisian, langkah tersebut bertujuan mengurai faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, sekaligus mengumpulkan alat bukti di lapangan. Hingga kini, aparat masih mendalami berbagai kemungkinan sebelum menyampaikan kesimpulan resmi.
Lokasi kejadian yang berada di jalur strategis penghubung antarkabupaten turut menjadi perhatian karena kerap dilalui kendaraan dengan intensitas tinggi.
Profil Muhammad Suryo
Muhammad Suryo lahir di Lampung pada 27 Maret 1984. Ia menghabiskan masa kecil hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas di Lampung Timur.
Dalam perjalanan hidupnya, ia sempat tinggal di Bengkulu sebelum melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta.
Yogyakarta menjadi titik awal pengembangan karier bisnisnya. Di kota tersebut, ia mulai membangun usaha secara mandiri dan memperluas jaringan relasi yang kemudian berperan dalam ekspansi bisnisnya.
Perjalanan Bisnis dan Ekspansi Usaha
Karier usaha Muhammad Suryo dirintis dari sektor air minum isi ulang. Dari usaha berskala kecil itu, ia mengembangkan bisnisnya secara bertahap ke sejumlah sektor, antara lain konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga transportasi udara.
Berbagai unit usaha tersebut kemudian terhimpun dalam Surya Group sebagai payung perusahaan. Diversifikasi bisnis yang dilakukan dalam waktu relatif singkat membuat namanya semakin dikenal di kalangan pelaku usaha nasional.
Namanya kian mencuat setelah mendirikan pabrik rokok HS pada 2024 di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pabrik tersebut menjadi sorotan karena membuka rekrutmen tenaga kerja tanpa persyaratan ketat terkait usia, ijazah, maupun pengalaman kerja.
Pada tahap awal operasional, pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 30 buruh linting. Seiring meningkatnya permintaan produksi, kapasitas usaha terus ditingkatkan.
Ekspansi berlanjut dengan pembangunan fasilitas produksi baru di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur. Operasional pabrik tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2026 dengan estimasi kebutuhan tenaga kerja sekitar 3.000 orang.
Rekrutmen diprioritaskan bagi masyarakat lokal, termasuk penyediaan kesempatan bagi pekerja difabel. Selain itu, selama masa pelatihan, calon tenaga kerja direncanakan memperoleh uang saku sebagai bentuk dukungan ekonomi sekaligus peningkatan keterampilan.
Kecelakaan yang melibatkan Muhammad Suryo menyedot perhatian tidak hanya karena insiden itu sendiri, tetapi juga karena kiprah bisnisnya yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Industri rokok HS menjadi lini usaha yang paling menonjol dalam portofolio Surya Group, dengan tingkat pertumbuhan produksi dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.












