Jadikabar.com – Upaya pencarian terhadap Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Hingga Jumat (2/1/2026) sore, keberadaan siswa kelas XII SMAN 5 Kota Magelang itu belum diketahui.
Syafiq dilaporkan tidak kembali setelah melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, sejak Sabtu (27/12/2025). Ia mendaki bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Dalam perjalanan, keduanya diduga terpisah di sekitar Pos 5. Himawan mengalami kram pada kakinya sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Syafiq kemudian memutuskan turun sendirian untuk mencari pertolongan. Namun, sejak saat itu ia tidak pernah kembali.
Himawan sendiri berhasil ditemukan lebih dahulu oleh pendaki lain dalam kondisi lemas dan duduk seorang diri di Pos 5. Ia kemudian dievakuasi tim SAR gabungan pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 21.00 WIB dan dinyatakan selamat.
Kakak kandung korban, Naufal Hisyam (24), mengungkapkan bahwa rencana pendakian adiknya sempat berubah tanpa sepengetahuan keluarga. Menurutnya, Syafiq awalnya berpamitan untuk mendaki Gunung Sumbing, bukan Gunung Slamet.
“Kami baru tahu setelah dia mengirim foto dari basecamp Gunung Slamet. Awalnya kaget, tapi karena sudah sampai lokasi akhirnya kami izinkan,” ujar Naufal kepada wartawan.
Syafiq diketahui berencana melakukan pendakian secara tektok atau pulang-pergi tanpa menginap dan menjanjikan akan kembali ke rumah pada Minggu sore. Namun hingga waktu yang dijanjikan, ia tak kunjung memberi kabar. Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah sepeda motor dan KTP milik Syafiq ditemukan masih tertinggal di basecamp Dipajaya.
Berdasarkan laporan lapangan, keterangan yang diberikan Himawan kepada petugas masih berubah-ubah. Tim SAR menduga hal tersebut disebabkan oleh kelelahan fisik maupun trauma pascakejadian. Selain itu, terdapat kesaksian dari dua pendaki perempuan yang mengaku sempat berpapasan dengan Syafiq di sekitar Pos 3.
Kedua saksi tersebut sempat mengikuti Syafiq turun melalui jalur sebelah kanan yang dianggap lebih aman saat hujan. Namun, di tengah perjalanan, Syafiq tiba-tiba menghilang dari pandangan. Belakangan diketahui jalur yang diambil merupakan jalur yang keliru.
Proses pencarian yang melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan ini menghadapi tantangan berat akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Magelang, Siska Sri Yoga, mengatakan hujan lebat disertai kabut tebal terus menyelimuti kawasan Gunung Slamet dalam beberapa hari terakhir.
“Cuaca ekstrem menjadi kendala utama. Dalam tiga hari terakhir hujan deras disertai petir terus terjadi, bahkan basecamp sempat tersambar petir,” kata Siska.
Untuk memperkuat pencarian, BPBD Kota Magelang telah mengirimkan lima personel tambahan dan terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pemalang.
Sementara itu, ayah korban bersama delapan anggota keluarga lainnya masih bertahan di basecamp untuk memantau langsung proses pencarian. Keluarga berharap Syafiq dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kami hanya bisa berdoa dan berharap semoga dia segera ditemukan,” tutur Naufal dengan suara lirih.
Sebagai informasi, Gunung Slamet merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut. Gunung bertipe stratovolcano ini dikenal memiliki jalur pendakian yang berat serta cuaca yang kerap berubah drastis, terutama pada musim penghujan.












