Malang, Jadikabar – Kepengurusan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Malang masa bakti 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (28/1).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Malang H. M. Sanusi, perwakilan Kapolres Malang, Ketua Kwarcab Kabupaten Malang Amarta Faza, serta sejumlah tamu undangan.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter bagi generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Bupati Malang H. M. Sanusi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kepengurusan baru mampu mengaktifkan kembali peran Pramuka dalam membina pemuda, khususnya dalam pembentukan karakter pelajar dan generasi muda di Kabupaten Malang.
“Kepengurusan baru saya berharap Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Malang bisa aktif dalam pembinaan pemuda-pemuda, utamanya untuk pembinaan karakter para pemuda dan pelajar di Kabupaten Malang,” ujar Sanusi.
Menurutnya, Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah pendidikan karakter yang menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, gotong royong, cinta tanah air, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Dalam kesempatan itu, ia juga menyelipkan pantun,
“Burung gelatik, burung gereja. Mari dilantik, kudu kerja.”
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Malang, Amarta Faza, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka tetap relevan dalam menjawab tantangan generasi muda di era digital. Ia menyoroti pengaruh media sosial, gaya hidup instan, hingga ancaman narkoba yang dinilai tidak dapat diatasi hanya melalui pendidikan formal.
“Masalah-masalah itu tidak bisa diselesaikan lewat pendidikan kognitif semata, tetapi harus melalui pendidikan karakter. Dan itu ada di kepramukaan,” tegasnya.
Amarta Faza juga memperkenalkan filosofi simbol rajawali sebagai semangat persatuan dan kekuatan Pramuka Malang. Ia mengaitkan simbol tersebut dengan pengalamannya saat mengikuti Jambore 2001.
“Rajawali melayang di langit biru, Pramuka Malang kompak bersatu. Dulu saat Jambore 2001, regu saya adalah Regu Rajawali, maka hari ini saya kembali memakai simbol rajawali,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malang yang telah memfasilitasi kegiatan pengukuhan tersebut. Ke depan, Kwarcab Pramuka Kabupaten Malang diharapkan memiliki arah gerak jelas dengan dua fokus utama, yakni pelestarian lingkungan dan tanggap bencana.
Program nyata seperti penanaman pohon, pembibitan, pelestarian lingkungan, serta keterlibatan aktif dalam aksi kebencanaan diharapkan menjadi ciri khas Pramuka Malang.
“Pramuka Kabupaten Malang harus memiliki warna, karakter, dan visi yang kuat sebagai organisasi pembentuk karakter generasi muda, cinta alam, dan tangguh dalam kebencanaan,” tutup Amarta Faza.












