Sidoarjo, JADIKABAR.COM – Evaluasi Program Makan Bergizi di Gedangan, Wali Murid Soroti Menu MBG di Sekolah Swasta Sidoarjo
Program Makan Bergizi (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sejumlah wali murid di salah satu SMP dan SMA swasta di wilayah Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan evaluasi terhadap menu makanan yang diterima siswa.
Berdasarkan keterangan beberapa wali murid, menu MBG yang dibagikan pada hari tertentu terdiri dari jeruk, roti tawar tanpa isian, serta kacang polong dalam porsi terbatas. Mereka menilai menu tersebut masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan prinsip gizi seimbang sebagaimana yang menjadi tujuan program.
“Saya berharap ada tambahan lauk atau sumber protein yang lebih memadai. Karena ini menyangkut kebutuhan gizi anak-anak,” ujar salah satu wali murid berinisial A. Ia menegaskan bahwa penyampaiannya bukan bentuk tudingan, melainkan masukan agar program dapat berjalan lebih optimal.
Program Makan Bergizi dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Secara umum, program serupa telah lama diterapkan di berbagai negara sebagai strategi pencegahan stunting, peningkatan konsentrasi belajar, serta mendukung tumbuh kembang anak.
Di Indonesia, kebijakan pemenuhan gizi peserta didik terus diperkuat melalui berbagai skema bantuan makanan tambahan dan kerja sama dengan penyedia jasa katering atau dapur layanan gizi. Pelaksanaan di daerah biasanya melibatkan pihak ketiga dengan pengawasan dari dinas terkait.
Tujuan utama program ini adalah memastikan siswa memperoleh asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup selama kegiatan belajar berlangsung.
Dalam konteks pelaksanaan di Gedangan, sejumlah wali murid menilai menu yang diterima pada hari tertentu masih perlu evaluasi. Mereka berharap ada penyesuaian komposisi agar lebih memenuhi standar gizi seimbang, seperti tambahan protein hewani atau nabati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyediaan makanan melibatkan salah satu penyedia jasa berinisial YPMB melalui dapur layanan setempat. Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun penyedia masih diupayakan untuk dimintai klarifikasi guna memperoleh keterangan berimbang.
Redaksi menegaskan bahwa informasi ini bersifat laporan dan masukan dari wali murid, bukan bentuk vonis atau kesimpulan atas kualitas keseluruhan program. Evaluasi menyeluruh tetap menjadi kewenangan pihak terkait.
Sejumlah wali murid berharap pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo dapat melakukan monitoring dan evaluasi berkala. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan standar gizi, kualitas bahan makanan, serta kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan kontrak.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa program berbasis anggaran publik memerlukan transparansi, audit kualitas, serta pelibatan komite sekolah agar akuntabel dan tepat sasaran.
Monitoring rutin, evaluasi menu oleh tenaga gizi, serta saluran pengaduan terbuka dinilai dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program.
Dalam pemberitaan ini, redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan kode etik jurnalistik. Informasi yang disampaikan merupakan hasil konfirmasi awal dari wali murid dan masih menunggu tanggapan resmi dari pihak sekolah maupun penyedia layanan.
Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi seluruh pihak terkait demi menjaga keberimbangan informasi. (Ryo)












