Malang, JadiKabar.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, patut diacungi jempol. Pasalnya, desa ini memilih merayakan momentum bersejarah tersebut dengan cara tradisional yang sarat makna, penuh kebersamaan, dan tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal.
Dengan mengusung tema “Giat Akbar Penutupan Bersih Desa Tahun 2025”, kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian acara yang telah berlangsung sejak satu bulan sebelumnya. Sejak pagi hingga malam, suasana Desa Sengguruh dipenuhi semangat gotong royong, doa bersama, hingga pementasan seni tradisi.
Rangkaian Acara yang penuh makna, diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur menyambut pergantian tahun Masehi, kemudian dilanjutkan dengan doa keliling desa dan istighosah akbar yang dipimpin tokoh agama setempat. Setelah itu, masyarakat bergotong royong dalam Bersih Desa Akbar yang dilaksanakan di tiga dusun pada tiga titik berbeda.
Seluruh hasil kegiatan kemudian dikumpulkan di Balai Desa Sengguruh, dengan harapan agar segala hajat warga desa dapat dikabulkan. Tidak hanya sekadar tradisi, kegiatan ini juga dimaknai sebagai simbol persatuan, kebersamaan, serta doa bersama demi keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga.
Tabur Bunga dan Penghormatan Pejuang membuat momentum kemerdekaan menjadi semakin khidmat. Dengan kegiatan tabur bunga yang dilakukan warga, perangkat desa, serta para tokoh Desa Senggoro. Hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang Desa yang telah berjasa, sekaligus menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda.
Wayangan Gantikan Karnaval adalah momen yang menarik, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Desa Sengguruh tahun ini tidak mengadakan karnaval. Sebagai gantinya, warga dihibur dengan pementasan seni tradisional wayang kulit yang digelar sejak sore hingga malam hari.
Acara wayangan ini menjadi ajang pelestarian budaya yang tetap dijaga oleh masyarakat, dan kegiatan tersebut keseluruhan menggunakan anggaran dari PAD (Pendapatan Asli Desa).
Kehadiran wayang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana penyampaian nilai-nilai kehidupan, pesan moral, serta doa keselamatan bagi seluruh warga.
Kepala Desa Sengguruh dalam wawancara nya menyampaikan, apresiasi atas antusiasme warga. Menurutnya, peringatan kemerdekaan RI ke-80 ini menjadi bukti bahwa masyarakat Sengguruh masih menjunjung tinggi adat dan budaya leluhur, jelas Jamburi. pada Selasa (26/8/2025) dini hari.
“Tradisi Bersih Desa ini bukan hanya seremonial, tapi juga wujud kebersamaan kita dalam menjaga warisan leluhur dan memohon keselamatan bagi seluruh warga. Semoga Desa Sengguruh selalu diberi keberkahan, dijauhkan dari kekurangan, dan masyarakatnya semakin rukun, gemah ripa, tentrem, raharjo ” ungkapnya.
Pria yang akrab di sapa Jam ini juga menambahkan, banyak nya doorprize yang sudah siapkan berasal dari swadaya masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak , baik lembaga dan masyarakat membuat acara semakin meriah dan sukses.
” Malam ini merupakan malam penutupan acara yang sudah kami laksanakan di satu bulan yang lalu, dan kami sepakat bersama warga bahwa karnaval di Sengguruh di adakan pada setiap 2 tahun sekali “, imbuhnya.
Kehadiran Bupati Malang dan Wakapolres Malang menambah seru acara wayangan yang sudah di selenggarakan oleh Pemerintah Desa Sengguruh.
Dengan semangat guyub, kegiatan peringatan HUT RI ke-80 di Desa Sengguruh menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dan nasionalisme dapat berjalan beriringan. Bukan sekadar pesta kemerdekaan, tetapi juga perwujudan doa, kebersamaan, dan cinta budaya yang mengakar kuat di tengah masyarakatnya.












