Nata Karya 6.0 ITN Malang Tampilkan Eksplorasi Arsitektur Mahasiswa, dari Akulturasi Budaya hingga Instalasi Jam Pasir Futuristik

Avatar photo
Nata Karya 6.0 ITN Malang Tampilkan Eksplorasi Arsitektur Mahasiswa, dari Akulturasi Budaya hingga Instalasi Jam Pasir Futuristik

MALANG, JadiKabar. Com– Program Studi Arsitektur S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kembali menghadirkan pameran karya arsitektur mahasiswa bertajuk Nata Karya 6.0, yang digelar di Taman Demo Kampus 1 ITN Malang, Selasa (13/01/2026). Pameran ini menjadi ruang ekspresi sekaligus evaluasi publik atas capaian akademik mahasiswa arsitektur lintas angkatan.

Nata Karya bukan sekadar ajang pamer, melainkan agenda rutin setiap semester yang merepresentasikan proses pembelajaran mahasiswa melalui karya nyata.

Puluhan karya ditampilkan dalam berbagai bentuk, mulai dari maket arsitektur, poster desain, hingga instalasi trimatra berskala besar dengan bentuk-bentuk inovatif dan konseptual.Dosen Arsitektur S-1 ITN Malang, Amar Rizqi Afdholy, ST., MT., menjelaskan bahwa karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil akhir dari sejumlah mata kuliah inti, seperti Estetika Bentuk, Perancangan Arsitektur (PA) 2, PA 4, serta Bangunan Portabel, jelasnya pada Kamis (15/1/2026).

“Walaupun berasal dari beberapa mata kuliah, karya yang dihasilkan sangat banyak dan beragam. Mahasiswa angkatan 2025, misalnya, fokus pada transformasi bentuk Dwimatra dan Trimatra. Ada tugas individu berskala kecil hingga tugas kelompok berupa instalasi Trimatra berukuran besar,” jelas Amar.

Ia menambahkan, pada semester 3 melalui mata kuliah PA 2, mahasiswa ditantang merancang rumah tinggal dua lantai yang juga berfungsi sebagai rumah profesi. Dalam prosesnya, mahasiswa diwajibkan mencari klien agar desain yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.

“Ini melatih mahasiswa untuk menekan ego sebagai arsitek dan belajar mendengarkan klien, sehingga mereka memiliki gambaran nyata dunia kerja profesional,” imbuhnya.

Sementara itu, mahasiswa semester 5 pada mata kuliah PA 4, di bawah bimbingan Hamka, ST., MT., dan Ar. Moh. Syahru Romadhon Sholeh, ST., M.Ars., IAI, merancang bangunan multifungsi bertingkat, seperti hotel dan pusat perbelanjaan (mal), yang disajikan dalam bentuk poster perancangan.

Amar menilai, kreativitas mahasiswa terus mengalami peningkatan di setiap angkatan. “Setiap angkatan memiliki karakter yang berbeda. Namun secara umum, kreativitas yang ditampilkan pada Nata Karya 6.0 ini jauh lebih eksploratif dibandingkan pameran sebelumnya,” pungkasnya.

Sejumlah instalasi mahasiswa semester 1 turut mencuri perhatian pengunjung karena kekuatan konsep dan filosofi yang diusung. Salah satunya adalah karya berjudul “Gapura Rupa Tanpa Suara”, hasil kolaborasi Mazza, Riko, Rio, Candra, Syahrul, Tama, dan Rayhan.

“Karya ini menjadi saksi bisu pembelahan zaman dari tradisional menuju era metropolitan dan siber,” ujar Mazza.

Instalasi berbentuk gapura ini memadukan unsur budaya Nusantara, seperti Rumah Tongkonan (Sulawesi), motif Batik Kawung (Jawa), Penjor (Bali), tombak khas Papua, hingga atap Rumah Gadang (Sumatra). Sentuhan futuristik dihadirkan melalui penggunaan kepingan DVD bekas yang memantulkan cahaya secara dinamis.

Karya lainnya yang tak kalah menarik adalah instalasi “Jam Waktu”, yang dibuat oleh Azeva, Bintang, Artha, Lalu, Rifki, dan Roy. Instalasi berbentuk jam pasir ini mengangkat filosofi tentang berharganya waktu dalam kehidupan manusia.

“Bagian atas dihiasi unsur kupu-kupu sebagai simbol keindahan. Pesannya, keindahan akan datang pada waktunya,” ungkap Azeva.

Di bagian tengah, terdapat elemen berlian bercahaya yang menjadi pusat visual sekaligus simbol perubahan dan sudut pandang manusia terhadap waktu. Instalasi ini dibangun menggunakan rangka besi sebagai struktur utama, diperkuat triplek, karton, dan PVC foam board tahan air, serta benang pancing transparan untuk menciptakan efek elemen yang tampak melayang.

Penulis: Irfan Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *