Turen, JADIKABAR.COM – Hamparan sawah Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Rabu (7/1) siang, menjadi saksi optimisme baru sektor pertanian Kabupaten Malang. Di tengah bulir padi yang menguning, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. hadir langsung menyaksikan panen perdana padi unggul yang digagas Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang.
Bukan sekadar panen biasa. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan Panen Raya Nasional dan pengumuman swasembada pangan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang diikuti secara daring dari lokasi acara.
Sejumlah pejabat turut mendampingi, mulai dari Danrem 083/Baladika Jaya, Dandim 0818/Malang–Batu, Wakapolres Malang, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, hingga jajaran kepala perangkat daerah dan kelompok tani se-Kecamatan Turen.
Bupati Malang menilai panen perdana ini bukan hanya tentang berapa ton gabah yang dihasilkan, tetapi tentang arah masa depan pertanian daerah.
“Ini adalah bukti bahwa petani kita mampu beradaptasi, berinovasi, dan bangkit bersama. Ketahanan pangan tidak lahir dari kebetulan, tapi dari kerja bersama yang konsisten,” ujar Sanusi.
Ia menyebut peran HKTI Kabupaten Malang cukup strategis dalam mendampingi petani, mulai dari pemilihan varietas unggul hingga penguatan organisasi tani di tingkat akar rumput.
Menurut Sanusi, keberhasilan pertanian hari ini tidak lagi bisa berdiri sendiri. Sinergi antara petani, penyuluh, organisasi tani, dan pemerintah menjadi fondasi utama.
“Panen perdana ini menunjukkan bahwa ketika semua pihak berjalan searah, hasilnya bisa dirasakan langsung oleh petani,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Malang, lanjutnya, akan terus hadir melalui dukungan sarana produksi, perbaikan irigasi, pemanfaatan teknologi pertanian, serta membuka akses pasar yang lebih adil bagi petani.
Di hadapan para petani, Bupati Malang juga menyinggung tantangan regenerasi. Ia menilai pertanian harus tampil sebagai sektor yang bermartabat dan menjanjikan, agar generasi muda tidak ragu terjun ke sawah.
“Pertanian harus menguntungkan, modern, dan memiliki masa depan. Kalau ini bisa kita wujudkan, anak muda akan datang dengan sendirinya,” tegasnya.
Panen perdana padi unggul ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi wilayah lain di Kabupaten Malang untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan keberlanjutan lahan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Malang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendoakan para petani.
“Semoga setiap tetes keringat petani menjadi keberkahan, dan Kabupaten Malang terus tumbuh sebagai lumbung pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan Gemah Ripah Loh Jinawi,” pungkasnya.












