Surabaya, jadi kabar – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengambil langkah preventif yang tegas guna memastikan stabilitas keamanan di wilayahnya.
Melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu, Pemprov Jatim berkomitmen memberantas aksi premanisme yang kerap meresahkan masyarakat serta berpotensi menghambat pertumbuhan investasi di Jawa Timur.
Langkah strategis ini diperkuat dengan terbitnya Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/408/013/2025. Regulasi ini mengatur tentang pembentukan Satgas Terpadu Penanganan dan Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang terafiliasi dengan kegiatan premanisme.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jatim, Eddy Supriyanto, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Pemerintah Pusat melalui Menkopolkam.
“Kami telah menyusun Kepgub terkait satgas ini dengan melibatkan unsur Forkopimda secara menyeluruh, termasuk TNI-Polri dan instansi terkait lainnya. Ini adalah sinergi nyata untuk memastikan Jawa Timur tetap kondusif,” ujar Eddy saat memberikan keterangan resmi di Surabaya.
Eddy menjelaskan bahwa kesiapan personel telah dimatangkan melalui apel gabungan di Mapolda Jatim. Saat ini, patroli intensif mulai menyasar titik-titik rawan, dimulai dari wilayah metropolitan Surabaya dan akan meluas ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur secara mendadak (incognito).
Ada tiga fokus utama dari pergerakan Satgas Terpadu ini:
1. Menekan Kriminalitas: Menindak tegas aksi premanisme yang mengganggu ketertiban umum.
2. Iklim Investasi: Memastikan para investor merasa aman menjalankan bisnis tanpa gangguan pungutan liar atau intimidasi ormas.
3. Kesiapan Nataru: Menjaga kondusivitas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
“Sinergi antara Pemprov dan aparat keamanan kami yakini mampu menekan angka premanisme. Untuk pengamanan Nataru, leading sector-nya adalah Polda Jatim, namun kami tetap mendukung penuh melalui patroli kewilayahan secara rutin, baik skala kecil maupun besar,” tambah Eddy.
Selain ancaman kriminalitas, Pemprov Jatim juga memberikan perhatian khusus pada faktor keselamatan di lokasi wisata. Mengingat mobilitas masyarakat yang diprediksi melonjak saat akhir tahun, pengawasan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem menjadi prioritas.
Eddy mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak perlu panik secara berlebihan. Ia memastikan bahwa rantai pasokan kebutuhan pokok di Jawa Timur saat ini dalam kondisi terkendali dan stabil.
“Kami mengantisipasi potensi bencana di tempat-tempat wisata agar masyarakat yang berlibur merasa tenang. Secara umum, Jatim saat ini sangat aman, nyaman, dan kondusif bagi siapa saja,” pungkasnya
Dengan hadirnya Satgas Terpadu ini, diharapkan Jawa Timur dapat menjadi barometer wilayah yang bersih dari premanisme, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga lokal maupun wisatawan yang merayakan pergantian tahun di Bumi Majapahit.












