Ternate, JADIKABAR.COM – PSBS Biak dihadapkan pada ujian berat saat melakoni laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik itu akan bertandang ke markas Malut United FC di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (4/1), dengan kickoff pukul 13.30 WIB.
Secara matematis, duel ini memang tidak berpihak pada PSBS. Hingga pekan ke-15, PSBS Biak masih tertahan di posisi ke-15 klasemen sementara dengan raihan 13 poin dari 15 pertandingan, berada di zona bawah yang rawan degradasi. Sebaliknya, Malut United tampil konsisten dan kini bercokol di peringkat keempat dengan 31 poin, menjadikan mereka salah satu kandidat kuat papan atas musim ini.
Namun sepak bola tak melulu soal angka. Di lapangan hijau, determinasi sering kali menantang logika klasemen.
Caretaker PSBS Biak, Kahudi Wahyu Widodo, menegaskan bahwa perbedaan peringkat tidak akan mengendurkan semangat timnya. Ia memastikan PSBS datang ke Ternate dengan persiapan matang dan fokus penuh.
“Kami sudah menjalani persiapan dengan baik. Anak-anak dalam kondisi bagus dan fokus. Kami sadar posisi kami butuh poin, jadi target di laga ini jelas: mendapatkan poin,” ujar Kahudi.
Menurutnya, Malut United memang lawan tangguh, tetapi bukan berarti tak bisa dilawan.
“Mereka di peringkat empat, itu fakta. Tapi kami akan bertanding sebaik mungkin agar target kami tercapai,” tambahnya.
PSBS Biak musim ini memang mengalami grafik performa yang fluktuatif. Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih, terutama dalam menjaga stabilitas mental pemain.
Kahudi mengakui dinamika internal tim tidak sederhana, namun ia bersyukur kekompakan skuad tetap terjaga.
“Kami paham situasi tim. Tapi saya bersyukur anak-anak tetap solid. Dari sisi pelatih, fokus kami adalah menjaga mental pemain agar tetap kuat menghadapi tekanan,” jelasnya.
Pelatih yang semasa aktif pernah memperkuat PSS Sleman dan PSIS Semarang itu juga menilai semangat juang pemain PSBS masih terjaga, terutama dalam beberapa laga terakhir.
“Di pertandingan terakhir, mereka selalu menunjukkan kebersamaan dan tidak ingin kalah. Itu hal positif. Artinya mereka tidak terpengaruh kondisi di luar lapangan,” tegas Kahudi.
Sebagai tim asal Papua, PSBS Biak membawa sejarah panjang sepak bola kawasan timur Indonesia. Musim ini menjadi fase penting bagi PSBS untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Sementara itu, Malut United yang relatif baru di level atas justru tampil impresif berkat manajemen solid dan konsistensi permainan, terutama saat tampil di kandang sendiri di Gelora Kie Raha yang dikenal angker bagi tim tamu.
Meski demikian, Kahudi memastikan PSBS tidak datang tanpa perhitungan.
“Kami sudah menganalisis pertandingan-pertandingan Malut United sebelumnya. Kami punya strategi. Jadi kami tidak gentar,” pungkasnya optimistis.












