Satu Hari Pasca Insiden Tewaskan Peziarah, Gunung Tidar Tetap di Padati Pengunjung

Avatar photo
Keterangan Foto: Pasca Tragedi Pohon Tumbang Gunung Tidar Magelang

MAGELANG, JADIKABAR.COM – Bencana angin kencang melanda kawasan Gunung Tidar, Kota Magelang, dan mengakibatkan pohon tumbang yang menimpa sejumlah peziarah.

Dalam peristiwa tersebut, lima orang dilaporkan menjadi korban, satu di antaranya meninggal dunia.

Insiden pertama terjadi di jalur penurunan Gunung Tidar. Seorang peziarah bernama Sri Istantini (64), warga Tempuran, Kabupaten Magelang, tertimpa pohon saat hendak turun dari puncak gunung. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, mengatakan pihaknya tengah memproses hak asuransi korban meninggal dunia serta menyiapkan bentuk santunan bagi keluarga korban.

“Korban meninggal dunia merupakan warga Tempuran. Saat ini masih dalam proses terkait asuransi. Pemerintah Kota Magelang juga akan mengupayakan pemberian uang duka sebagai bentuk simpati,” ujar Larsita di RSUD Tidar, Sabtu (24/12/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan gabungan dari kepolisian, tenaga medis, dan UPT Gunung Tidar, korban meninggal dunia dipastikan tertimpa pohon dengan luka di bagian belakang kepala.

Sementara itu, kejadian kedua berlangsung di area parkiran bus atau bekas terminal lama Gunung Tidar. Sebuah pohon pinus roboh dan menimpa satu unit mobil pick up yang sedang terparkir serta mengenai empat orang peziarah.

Keempat korban luka tersebut terdiri dari tiga orang warga Kediri, Jawa Timur, yakni Vivian Nadya Gisca, Salsa Putri Nur Amalina, dan Kamludin, serta satu orang warga Majalengka, Jawa Barat, atas nama Mahfudin. Seluruh korban segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tidar untuk mendapatkan perawatan medis.

Larsita menjelaskan, peristiwa pohon tumbang di area parkiran terjadi sekitar pukul 12.07 WIB.

“Pohon pinus di belakang shelter roboh, menimpa gapura, satu unit mobil pick up, dan empat orang pengunjung. Kondisi mobil mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan keempat korban tidak mengalami patah tulang dan diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.

“Dari hasil pemeriksaan dan pemindaian medis, Alhamdulillah tidak ditemukan fraktur sehingga korban luka telah diperkenankan kembali,” jelas Larsita.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Magelang berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor keselamatan di kawasan wisata Gunung Tidar.

“Kami akan mengevaluasi secara mendalam, khususnya terkait kondisi pepohonan di jalur naik dan turun. Pohon-pohon yang berpotensi membahayakan akan ditebang demi keselamatan pengunjung,” pungkasnya.

Menurut informasi, angin kencang tidak hanya melanda wilayah Kota Magelang, tetapi juga sejumlah daerah di sekitarnya, yang diduga menjadi penyebab utama tumbangnya pohon di kawasan Gunung Tidar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *