MALANG, JADIKABAR – Organisasi pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Nasional yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Swiss-Belinn Malang, Jumat (11/4/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, serta tokoh-tokoh senior TDA, termasuk Gus Sodik.
Dalam sambutannya, Presiden TDA 8.0, Eko Desryanto, mengenang kembali perjalanan emosionalnya bersama TDA Malang yang menjadi salah satu inspirasinya dalam berbisnis hingga akhirnya dipercaya memimpin organisasi wirausaha terbesar di Indonesia tersebut.
“Malang punya tempat spesial di hati saya. Jauh sebelum menjadi Presiden TDA, saya datang ke sini untuk *benchmarking* dan belajar dari kesuksesan teman-teman wirausaha di Malang,” ujar Eko di hadapan ratusan anggota TDA yang hadir.
Eko memaparkan bahwa TDA kini telah berkembang pesat dengan jaringan di 149 daerah dan 29 wilayah di seluruh Indonesia. Ia menekankan pentingnya peran TDA dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui program-program peningkatan kapasitas yang terstruktur.
“Kami memiliki Workshop Series yang komprehensif. Untuk bisnis di bawah Rp2,5 miliar, ada Foundation Workshop Series yang mengajarkan fundamental bisnis. Sedangkan untuk bisnis yang sudah mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp20 miliar, kami siapkan melalui Growth Workshop Series agar siap naik level ke korporasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eko juga mengapresiasi kontribusi mentor-mentor TDA Malang yang aktif terlibat dalam program mentoring di Malang Creative Center (MCC). Menurutnya, sinergi antara TDA dan pemerintah daerah sangat strategis dalam mempercepat lahirnya wirausaha baru yang tangguh.
“TDA bukan lagi sekadar organisasi UKM. Setelah 20 tahun berkarya, kini mulai muncul korporasi-korporasi besar dari rahim TDA. Banyak bisnis anggota yang kini sudah melakukan aksi korporasi, baik melalui akuisisi, investasi besar, hingga melantai di bursa saham (IPO),” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eko juga memperkenalkan dua agenda besar TDA ke depan, yakni TDApreneur sebuah ajang kompetisi wirausaha dengan sistem mentoring ketat dan Pesta Wirausaha Nasional yang diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan bisnis bagi para anggotanya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut baik peran aktif TDA dalam menggerakkan roda ekonomi di Kota Malang. Kehadiran organisasi seperti TDA dinilai sejalan dengan visi pemerintah kota untuk menjadikan Malang sebagai kota kreatif dan pusat kewirausahaan yang inovatif.
“UMKM adalah penyelamat ekonomi Kota Malang. Ketika banyak daerah terpukul pandemi, ekonomi Malang tetap bergerak karena pelaku usaha kecil dan industri rakyat,” ujarnya.
Wahyu juga memperkenalkan program strategis “Seribu Event”, yang dirancang untuk menggerakkan ekonomi kota secara masif.
“Lewat Seribu Event, kami memfasilitasi kegiatan masyarakat, menyediakan perlengkapan, dan membuka ruang sebesar-besarnya bagi UMKM. Dampaknya terasa langsung, dari hotel, kuliner, transportasi, hingga ekonomi kreatif,” jelasnya.
Ia turut mengapresiasi perjalanan TDA yang kini berusia dua dekade dengan anggota mencapai 60.000 orang di seluruh Indonesia.
“Dari sembilan orang tumbuh menjadi 60 ribu. Ini bukti bahwa TDA memberikan manfaat nyata bagi UMKM, termasuk di Malang,” tutupnya.












