Berita  

Tak Kelola Limbah dengan Baik, Warga Citatah Keluhkan Bau Menyengat Peternakan Ayam

Avatar photo

Bandung Barat, JADIKABAR.COM – Puluhan warga Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, mengeluhkan bau menyengat dan serbuan lalat yang berasal dari aktivitas peternakan ayam milik PT Argo Budi Selaras. Peternakan tersebut berada di atas permukiman warga RT 05 RW 12 dan telah dikeluhkan sejak lebih dari delapan tahun terakhir.

Alih-alih menikmati udara segar di kaki perbukitan Citatah, warga justru harus menghadapi bau kotoran ayam yang menyengat setiap hari. Ribuan lalat juga menyerbu rumah warga, terutama saat musim hujan.

Edo Simanjuntak (37), salah satu warga, mengungkapkan rasa frustrasinya.

“Saya sudah tinggal di sini sekitar delapan tahun. Selama itu pula kami merasakan bau busuk kotoran ayam setiap hari. Lalat pun tidak ada habisnya. Kami sudah pakai obat serangga, tapi tidak mempan. Kami bingung harus mengadu ke siapa,” ujarnya.

Edo menegaskan warga tidak menolak keberadaan peternakan ayam, asalkan pengelolaan limbah dilakukan sesuai aturan sehingga tidak mengganggu lingkungan.

“Kami tidak keberatan ada peternakan, asalkan tidak mengganggu. Ini kan dekat permukiman, seharusnya ada pengelolaan limbah yang baik,” tambahnya.

Ketua RT 05, Asep Hendra Cipta, membenarkan keluhan warganya. Ia mengatakan masalah ini sudah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait, namun belum ada solusi nyata.

“Saya sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di sini dan sudah berulang kali membuat pengaduan, mulai dari desa, kecamatan, sampai developer perumahan. Bahkan pernah dijadwalkan mediasi, tapi pihak desa dan camat tidak hadir,” kata Asep.

Asep menyebut, pada 2024 pihaknya pernah meminta bantuan Satgas Citarum Harum. Setelah ada peninjauan, bau sempat hilang selama dua bulan, tetapi kemudian kembali seperti semula. Saat ini, pihak RT masih berupaya melaporkan masalah tersebut hingga ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat.

Sekretaris Desa Citatah, Ahmad, saat dihubungi melalui sambungan telepon, mengaku belum menerima laporan resmi terkait keluhan warga.

“Tidak pernah ada laporan dari RT maupun RW. Jika ada laporan, pasti akan kami tindak lanjuti. Silakan jika RT atau RW ingin melapor secara resmi,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cipatat, Sulena Faisal, juga menyatakan belum mengetahui adanya persoalan ini.

“Saya belum menerima laporan, mungkin sebelum saya menjabat. Nanti saya akan turun langsung ke lokasi untuk meninjau,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Adjie, belum dapat dimintai keterangan. (Yat)

Penulis: RohmatEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *