MALANG, JadiKabar. Com– Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak, Polres Malang terus mengintensifkan edukasi pencegahan perundungan serta kenakalan remaja melalui Program Presisi.
Salah satu bentuk nyata dilakukan dengan kegiatan sosialisasi dan bimbingan penyuluhan kepada pelajar di MIS Sunan Giri, Desa Sumberjaya, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 siswa kelas 4 hingga 6, serta turut dihadiri kepala sekolah beserta dewan guru. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying, dampak yang dapat ditimbulkan, hingga langkah-langkah sederhana untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, program ini merupakan bagian dari strategi pembinaan generasi muda agar memiliki karakter positif sejak usia dini.
“Kami rutin turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi sebagai langkah pencegahan. Anak-anak perlu diberi pemahaman agar saling menghormati, berani berkata tidak pada bullying, serta peduli terhadap teman,” ujar AKP Bambang.
Ia menambahkan, pendekatan edukasi dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya perundungan, baik dari sisi mental maupun sosial. Kehadiran aparat kepolisian di sekolah juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman sekaligus kedekatan dengan para pelajar.
“Sekolah harus menjadi ruang yang nyaman untuk belajar. Karena itu, kami menanamkan nilai empati, disiplin, dan kebersamaan agar anak-anak bisa tumbuh dengan baik,” imbuhnya.
Lebih lanjut, AKP Bambang menegaskan bahwa Polres Malang akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkesinambungan di berbagai sekolah di Kabupaten Malang.
“Upaya pencegahan bullying membutuhkan peran semua pihak. Sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua sangat penting untuk melindungi anak-anak dari perilaku perundungan,” pungkasnya.












