Unras Lanjutan PMII Berlangsung Panas di Mapolres Bulukumba ” Menuntut Penegakan Hukum Yang dinilai Tumpang Tindih”

Avatar photo
Keterangan Foto: Unjuk Rasa Lanjutan Mahasiswa PMII di Mapolres Bulukumba

Bulukumba, Jadikabar.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bulukumba kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Bulukumba dengan menyoroti kasus penegakan hukum yang dinilai tumpang tindih, Selasa (07/04/2026).

Pasalnya, banyak temuan di lapangan yang diduga merugikan keuangan negara, seperti peredaran rokok ilegal dengan berbagai varian yang terdistribusi luas, maraknya aktivitas tambang ilegal, hingga dugaan praktik mafia BBM yang bebas beroperasi tanpa adanya kepastian hukum yang jelas dari aparat berwenang. Selain itu, massa aksi juga menyoroti adanya pelaku penyebaran dan penyesatan foto aksi PMII Bulukumba beberapa hari sebelumnya.

Sungguh ironi, jika pihak berwajib terkesan menutup mata dan melakukan pembiaran tanpa pengawalan serta transparansi yang jelas. Kondisi ini dinilai mencederai prinsip penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Butta Panrita Lopi.

Dalam aksi tersebut, Koordinator Lapangan Muhammad Andri, menegaskan bahwa pihaknya menuntut keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani berbagai persoalan yang terjadi. Ia menyampaikan bahwa berbagai dugaan pelanggaran hukum yang terjadi secara terang-terangan seharusnya menjadi perhatian serius, bukan justru dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.

“Ini bukan persoalan baru, hampir setiap hari masyarakat melihat dan merasakan langsung praktik-praktik ilegal itu. Namun sampai hari ini, tidak ada langkah tegas yang benar-benar memberikan efek jera,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Parahnya, menurut Andri, institusi yang diharapkan mampu memberantas persoalan tersebut justru dikhawatirkan “masuk angin” atau bahkan diduga ikut bermain di dalamnya. Hal ini, kata dia, semakin memperkuat ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Ia juga menambahkan bahwa penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Semua pihak yang terlibat, baik pelaku lapangan maupun aktor besar di balik praktik ilegal tersebut, harus ditindak secara adil dan transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Aksi tersebut diakhiri dengan penyerahan tuntutan kepada pihak kepolisian setempat, serta peringatan bahwa PMII Bulukumba akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan tindakan nyata dari aparat penegak hukum. (Sy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi