Waspada Waktu Mandi, Ini Panduan Waktu yang Tepat dan yang Sebaiknya Dihindari demi Kesehatan

Avatar photo
JADIKABAR.COM – Mandi adalah aktivitas rutin harian yang tampak sederhana, namun waktu ketika kita mandi dapat berdampak pada kesehatan dan kenyamanan tubuh. Pakar kesehatan menyebut bahwa tak hanya frekuensi mandi yang penting, tetapi juga waktu mandi perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas harian. Berbagai penelitian serta pandangan ahli mengungkapkan bahwa mandi pagi dan malam masing-masing memiliki keunggulan dan hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan. Selain itu, sejumlah klaim beredar di masyarakat tentang waktu mandi yang sangat berbahaya, terutama pada jam tertentu. Namun seperti dijelaskan berikut ini, informasi yang beredar perlu diklarifikasi secara ilmiah agar masyarakat tidak salah kaprah. Ahli kesehatan mengatakan bahwa tidak ada satu waktu yang mutlak paling baik untuk mandi semuanya tergantung pada gaya hidup, kondisi kulit, dan tujuan mandi itu sendiri. Mandi Pagi sering dipilih karena memberikan sensasi segar, membantu menghilangkan keringat dan bakteri yang menumpuk saat tidur, serta dapat meningkatkan kewaspadaan dan mood untuk memulai hari.  Sementara itu, mandi malam punya manfaat lain. Menghilangkan kotoran, polusi, dan alergen yang menempel setelah aktivitas seharian. Potensi membantu relaksasi tubuh dan meningkatkan kualitas tidur bila dilakukan sekitar 1–2 jam sebelum waktu tidur.  Sejumlah ahli tidur bahkan menyatakan mandi malam yang hangat dapat meningkatkan jumlah tidur nyenyak hingga 10–15% karena membantu tubuh menurunkan suhu setelah mandi. Mitos “Jam Mandi Berbahaya” dan Fakta Ilmiahnya Di masyarakat sering beredar klaim bahwa mandi pada waktu tertentu bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti serangan jantung atau bahkan kematian mendadak. Akan tetapi informasi ini tidak didukung bukti ilmiah yang kuat. Fakta yang benar justru menunjukkan bahwa efek negatif lebih disebabkan oleh selisih suhu air mandi dan kondisi tubuh terutama pada lansia atau mereka dengan gangguan jantung bukan semata karena jam mandi.  Menurut klarifikasi dari otoritas cek fakta pemerintah, mandi pagi, sore, atau malam bukanlah penyebab langsung kematian. Waktu mandi yang disarankan antara lain pukul 05.00 pagi, sekitar pukul 07.00 pagi, pukul 15.00 sore, pukul 18.00 sore, atau 1–2 jam sebelum tidur bila ingin mandi malam.  Ini berarti mandi malam langsung sebelum tidur tidak dianjurkan terutama jika menggunakan air sangat panas atau sangat dingin karena dapat mempengaruhi suhu tubuh dan kualitas tidur. Pakar kesehatan kulit merekomendasikan beberapa hal untuk mandi yang lebih sehat, seperti menggunakan air hangat, bukan air panas, untuk mencegah kulit kering atau iritasi. Batasi durasi mandi 5–10 menit untuk menjaga kelembapan alami kulit. Pilih sabun atau pembersih yang lembut tanpa pewangi keras bagi mereka yang punya kulit sensitif.  Frekuensi mandi pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan, seperti mandi setelah olahraga atau saat berkeringat banyak; namun mandi terlalu sering (terutama setiap hari dengan air panas) justru dapat mengikis minyak pelindung kulit dan meningkatkan risiko iritasi atau masalah kulit lain.  Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap waktu mandi. Sebaiknya temukan waktu dan rutinitas mandi yang paling cocok dengan kondisi tubuh, aktivitas harian, dan kualitas tidur masing-masing.
JADIKABAR.COM – Mandi adalah aktivitas rutin harian yang tampak sederhana, namun waktu ketika kita mandi dapat berdampak pada kesehatan dan kenyamanan tubuh. Pakar kesehatan menyebut bahwa tak hanya frekuensi mandi yang penting, tetapi juga waktu mandi perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas harian. Berbagai penelitian serta pandangan ahli mengungkapkan bahwa mandi pagi dan malam masing-masing memiliki keunggulan dan hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan. Selain itu, sejumlah klaim beredar di masyarakat tentang waktu mandi yang sangat berbahaya, terutama pada jam tertentu. Namun seperti dijelaskan berikut ini, informasi yang beredar perlu diklarifikasi secara ilmiah agar masyarakat tidak salah kaprah. Ahli kesehatan mengatakan bahwa tidak ada satu waktu yang mutlak paling baik untuk mandi semuanya tergantung pada gaya hidup, kondisi kulit, dan tujuan mandi itu sendiri. Mandi Pagi sering dipilih karena memberikan sensasi segar, membantu menghilangkan keringat dan bakteri yang menumpuk saat tidur, serta dapat meningkatkan kewaspadaan dan mood untuk memulai hari.  Sementara itu, mandi malam punya manfaat lain. Menghilangkan kotoran, polusi, dan alergen yang menempel setelah aktivitas seharian. Potensi membantu relaksasi tubuh dan meningkatkan kualitas tidur bila dilakukan sekitar 1–2 jam sebelum waktu tidur.  Sejumlah ahli tidur bahkan menyatakan mandi malam yang hangat dapat meningkatkan jumlah tidur nyenyak hingga 10–15% karena membantu tubuh menurunkan suhu setelah mandi. Mitos “Jam Mandi Berbahaya” dan Fakta Ilmiahnya Di masyarakat sering beredar klaim bahwa mandi pada waktu tertentu bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti serangan jantung atau bahkan kematian mendadak. Akan tetapi informasi ini tidak didukung bukti ilmiah yang kuat. Fakta yang benar justru menunjukkan bahwa efek negatif lebih disebabkan oleh selisih suhu air mandi dan kondisi tubuh terutama pada lansia atau mereka dengan gangguan jantung bukan semata karena jam mandi.  Menurut klarifikasi dari otoritas cek fakta pemerintah, mandi pagi, sore, atau malam bukanlah penyebab langsung kematian. Waktu mandi yang disarankan antara lain pukul 05.00 pagi, sekitar pukul 07.00 pagi, pukul 15.00 sore, pukul 18.00 sore, atau 1–2 jam sebelum tidur bila ingin mandi malam.  Ini berarti mandi malam langsung sebelum tidur tidak dianjurkan terutama jika menggunakan air sangat panas atau sangat dingin karena dapat mempengaruhi suhu tubuh dan kualitas tidur. Pakar kesehatan kulit merekomendasikan beberapa hal untuk mandi yang lebih sehat, seperti menggunakan air hangat, bukan air panas, untuk mencegah kulit kering atau iritasi. Batasi durasi mandi 5–10 menit untuk menjaga kelembapan alami kulit. Pilih sabun atau pembersih yang lembut tanpa pewangi keras bagi mereka yang punya kulit sensitif.  Frekuensi mandi pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan, seperti mandi setelah olahraga atau saat berkeringat banyak; namun mandi terlalu sering (terutama setiap hari dengan air panas) justru dapat mengikis minyak pelindung kulit dan meningkatkan risiko iritasi atau masalah kulit lain.  Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap waktu mandi. Sebaiknya temukan waktu dan rutinitas mandi yang paling cocok dengan kondisi tubuh, aktivitas harian, dan kualitas tidur masing-masing.

JADIKABAR.COM – Mandi adalah aktivitas rutin harian yang tampak sederhana, namun waktu ketika kita mandi dapat berdampak pada kesehatan dan kenyamanan tubuh. Pakar kesehatan menyebut bahwa tak hanya frekuensi mandi yang penting, tetapi juga waktu mandi perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas harian.

Berbagai penelitian serta pandangan ahli mengungkapkan bahwa mandi pagi dan malam masing-masing memiliki keunggulan dan hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan. Selain itu, sejumlah klaim beredar di masyarakat tentang waktu mandi yang sangat berbahaya, terutama pada jam tertentu. Namun seperti dijelaskan berikut ini, informasi yang beredar perlu diklarifikasi secara ilmiah agar masyarakat tidak salah kaprah.

Ahli kesehatan mengatakan bahwa tidak ada satu waktu yang mutlak paling baik untuk mandi semuanya tergantung pada gaya hidup, kondisi kulit, dan tujuan mandi itu sendiri.

Mandi Pagi sering dipilih karena memberikan sensasi segar, membantu menghilangkan keringat dan bakteri yang menumpuk saat tidur, serta dapat meningkatkan kewaspadaan dan mood untuk memulai hari.

Sementara itu, mandi malam punya manfaat lain. Menghilangkan kotoran, polusi, dan alergen yang menempel setelah aktivitas seharian. Potensi membantu relaksasi tubuh dan meningkatkan kualitas tidur bila dilakukan sekitar 1–2 jam sebelum waktu tidur.

Sejumlah ahli tidur bahkan menyatakan mandi malam yang hangat dapat meningkatkan jumlah tidur nyenyak hingga 10–15% karena membantu tubuh menurunkan suhu setelah mandi.

Mitos “Jam Mandi Berbahaya” dan Fakta Ilmiahnya
Di masyarakat sering beredar klaim bahwa mandi pada waktu tertentu bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti serangan jantung atau bahkan kematian mendadak. Akan tetapi informasi ini tidak didukung bukti ilmiah yang kuat. Fakta yang benar justru menunjukkan bahwa efek negatif lebih disebabkan oleh selisih suhu air mandi dan kondisi tubuh terutama pada lansia atau mereka dengan gangguan jantung bukan semata karena jam mandi.

Menurut klarifikasi dari otoritas cek fakta pemerintah, mandi pagi, sore, atau malam bukanlah penyebab langsung kematian. Waktu mandi yang disarankan antara lain pukul 05.00 pagi, sekitar pukul 07.00 pagi, pukul 15.00 sore, pukul 18.00 sore, atau 1–2 jam sebelum tidur bila ingin mandi malam.

Ini berarti mandi malam langsung sebelum tidur tidak dianjurkan terutama jika menggunakan air sangat panas atau sangat dingin karena dapat mempengaruhi suhu tubuh dan kualitas tidur.

Pakar kesehatan kulit merekomendasikan beberapa hal untuk mandi yang lebih sehat, seperti menggunakan air hangat, bukan air panas, untuk mencegah kulit kering atau iritasi.

Batasi durasi mandi 5–10 menit untuk menjaga kelembapan alami kulit.
Pilih sabun atau pembersih yang lembut tanpa pewangi keras bagi mereka yang punya kulit sensitif.

Frekuensi mandi pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan, seperti mandi setelah olahraga atau saat berkeringat banyak; namun mandi terlalu sering (terutama setiap hari dengan air panas) justru dapat mengikis minyak pelindung kulit dan meningkatkan risiko iritasi atau masalah kulit lain.

Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap waktu mandi. Sebaiknya temukan waktu dan rutinitas mandi yang paling cocok dengan kondisi tubuh, aktivitas harian, dan kualitas tidur masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi