Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi membuka kembali Alun-Alun Sidoarjo dengan wajah baru. Ruang publik ikonik ini dihadirkan sebagai kado Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167, sekaligus simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang bersama yang inklusif, aman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peresmian dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Bahrul Amig, menandai dibukanya kembali alun-alun yang selama ini menjadi titik temu sosial, budaya, dan aktivitas warga Kota Delta.
Secara historis, alun-alun bukan sekadar ruang terbuka. Dalam tata kota Jawa, alun-alun berfungsi sebagai pusat interaksi masyarakat, ruang demokratis tempat warga berkumpul, berekspresi, dan beraktivitas. Revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo ini menjadi upaya mengembalikan fungsi tersebut, dengan pendekatan modern dan berorientasi kebutuhan masyarakat masa kini.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, menjelaskan bahwa pembukaan alun-alun diawali dengan pembukaan penutup seng pada Jumat (30/1/2026).
“Hari ini penutup seng sudah dibuka. Besok, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167, semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Arif menjelaskan, Alun-Alun Sidoarjo kini dilengkapi berbagai fasilitas publik yang dirancang inklusif dan multifungsi. Di antaranya amfiteater, WiFi gratis, area bermain anak, zona aktivitas lansia, ruang baca, layanan kesehatan, serta Pusat Informasi Pariwisata Sidoarjo yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus promosi potensi daerah.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadikan alun-alun sebagai ruang hidup kota, bukan sekadar tempat singgah, tetapi ruang tumbuh interaksi sosial.
Dari sisi keamanan, masyarakat diminta tidak khawatir. Pemkab Sidoarjo telah memasang 25 titik CCTV di berbagai sudut alun-alun untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Arif juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan dan kelestarian fasilitas yang ada.
“Ruang publik ini milik bersama. Kebersihan dan kelestariannya adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Untuk mendukung operasional harian, 60 personel kebersihan diterjunkan oleh DLHK, dengan dukungan petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan.
Terkait keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL), Arif menyampaikan bahwa kawasan alun-alun sementara disterilkan untuk pelaksanaan Upacara Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo. Penataan PKL akan dilakukan secara bertahap setelah rangkaian acara selesai.
Sementara itu, pelaksanaan event-event berskala besar masih menunggu proses pemeliharaan pohon dan rumput yang baru ditanam agar tumbuh optimal dan tidak rusak akibat aktivitas masif.
Untuk penataan parkir, kewenangan berada di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo. Ditetapkan tarif parkir khusus dan tarif umum sebagai berikut:
Tarif khusus: Rp5.000 (mobil) dan Rp3.000 (sepeda motor)
Tarif umum: Rp4.000 (mobil) dan Rp2.000 (sepeda motor)
Penataan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, serta kelancaran akses pengunjung.
Dengan wajah barunya, Alun-Alun Sidoarjo diharapkan menjadi ruang publik representatif, sekaligus etalase kota yang mencerminkan semangat kebersamaan, keberlanjutan, dan kemajuan Sidoarjo.












