HPN 2026 Jadi Momentum Konsolidasi Pers, AKPERSI Lampung Utara Tegaskan Komitmen Jurnalistik Sehat

Avatar photo

LAMPUNG UTARA, JADIKABAR.COM – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus konsolidasi bagi insan pers untuk memperkuat profesionalisme jurnalistik di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi nasional. Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, peringatan HPN tahun ini dinilai relevan dengan tantangan media di era digital.

Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) DPC Lampung Utara, Ashari, menegaskan bahwa pers yang sehat merupakan fondasi penting dalam membangun demokrasi yang matang dan ekonomi yang berdaulat.

“Pers sehat adalah pilar utama dalam menjaga kualitas demokrasi. Independensi dan profesionalitas harus terus kita jaga agar media tetap dipercaya publik,” ujar Ashari saat memperingati HPN, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, di tengah arus informasi yang sangat cepat, pers dituntut tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga menjadi penjaga akurasi, etika, dan kepentingan publik. Peran ini menjadi semakin strategis ketika masyarakat dihadapkan pada banjir informasi dan potensi disinformasi.

Ashari menilai tema HPN 2026 sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan stabilitas informasi sebagai bagian dari ketahanan ekonomi dan sosial. Pers, kata dia, memiliki fungsi kontrol sosial untuk mengawal kebijakan pemerintah sekaligus menjadi jembatan aspirasi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kerja para jurnalis di Lampung Utara yang dinilai terus berupaya menjaga standar pemberitaan yang akurat dan berimbang.

“Kami mengapresiasi seluruh insan pers yang tetap bekerja profesional. Kepercayaan publik adalah modal utama pers,” tambahnya.

Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari, bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1946. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, pers Indonesia dikenal sebagai alat perjuangan yang menyuarakan kemerdekaan dan membangun kesadaran kebangsaan.

Dalam perkembangannya, pers menjadi salah satu pilar demokrasi yang berfungsi sebagai kontrol sosial, edukasi publik, sekaligus ruang dialog antara negara dan masyarakat. Di era digital, tantangan pers semakin kompleks dengan munculnya media sosial, kecerdasan buatan, dan ekosistem informasi yang bergerak sangat cepat.

Karena itu, menurut Ashari, momentum HPN harus dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat integritas, meningkatkan kompetensi, serta menjaga etika jurnalistik agar pers tetap menjadi institusi yang dipercaya masyarakat.

“HPN bukan sekadar seremoni, tapi pengingat bahwa tugas jurnalis adalah menjaga kebenaran dan kepentingan publik,” tutupnya.

Penulis: AshariEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi