SERANG, JADIKABAR – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, resmi menerima penghargaan bergengsi Trofi Abyakta Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Penghargaan ini diserahkan langsung dalam rangkaian acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang berlangsung di Serang, Banten, Senin (9/2/2026).
Trofi Abyakta merupakan apresiasi tertinggi bagi kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen nyata dalam melestarikan sekaligus memajukan kebudayaan sebagai instrumen pembangunan daerah.
Unggul dengan Konsep ‘Kota Kreatif Dunia’
Wahyu Hidayat dinilai konsisten mengintegrasikan nilai budaya ke dalam kebijakan publik. Langkah konkretnya terlihat melalui program 1.000 Event dan ambisi besar membawa Malang sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts versi UNESCO.
Sebelum meraih trofi ini, Wahyu harus melewati tahapan presentasi proposal di hadapan dewan juri pada Januari lalu. Membawakan judul “Selaras Nafas Pemajuan Kebudayaan dalam Bingkai Kota Kreatif”, ia berhasil mencatatkan diri sebagai nominator dengan skor tertinggi.
“Ini merupakan bentuk kepercayaan dari PWI Pusat. Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Kota Malang, karena Anugerah Kebudayaan ini adalah aktualisasi dari apa yang memang telah dilakukan oleh warga di lapangan,” ujar Wahyu Hidayat usai menerima penghargaan.
Mendorong Budaya ke Kancah Internasional
Dalam keterangannya, Wahyu menekankan bahwa kebudayaan di Kota Malang bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif, pariwisata, hingga penguat solidaritas sosial.
Ia berharap apresiasi ini menjadi pemantik semangat bagi jajaran Pemkot Malang untuk terus memperluas jangkauan budaya lokal hingga ke level internasional.
“Ajang ini membuktikan bahwa budaya Kota Malang diperhatikan secara nasional. Ke depan, saya ingin budaya kita tidak hanya diapresiasi di skala lokal atau regional, tapi benar-benar menembus panggung internasional,” tegasnya.
Penghargaan ini semakin mempertegas posisi Kota Malang sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kreatif berbasis budaya yang diperhitungkan di Indonesia.












