BANYUWANGI, JADIKABAR.COM – Hingga Oktober 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi mencatat 289 kasus baru Orang dengan HIV (ODHIV) dan 95 kasus AIDS dengan 95 kematian, di mana hampir 50% kasus berasal dari praktik prostitusi.
Tren kenaikan kasus didominasi oleh perilaku seks berisiko, termasuk Lelaki Suka Lelaki (LSL) dan penggunaan aplikasi kencan lewat media sosial.
Kegiatan praktek prostitusi lewat media sosial merupakan kontributor terbesar dimana pelanggan 31,1%, pekerja seks 15,1% hal ini dipicu karena kemudahan transaksi melalui media sosial khususnya me chat, adapun aktivitas praktek prostitusi selama ini di banyuwangi terindikasi dilakukan ditempat tempat sperti kost-kosan/ home stay/ hotel mini.
Sebagai bentuk upaya pencegahan sekaligus meminimalisir dampak penyebaran virus HIV dan Aids di wilayah kabupaten Banyuwangi Jawa Timur di bulan Ramdhan 2026 mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk prostitusi, usai pemerintah daerah kabupaten Banyuwangi melakukan langkah tegas dengan penutupan tempat tempat lokalisasi kini terindikasi para pekerja sex komersial melakukan praktek prostitusi lewat media sosial.
keberadaan kegiatan praktek prostitusi terselubung lewat aplikasi kencan media sosial terindikasi kian marak di wilayah kecamatan rogojampi, Srono ,Jajag, genteng dan kecamatan Banyuwangi kota, disinyalir para pekerja sex komersial dalam menjajakan kencan lewat media sosial.
Dengan semakin maraknya aktivitas praktek yang diduga prostitusi terselubung, kini banyak warga masyarakat,tokoh masyarakat,aktivis bahkan hingga tokoh agama yang peduli BANYUWANGI Bebas HIV dan Aids menduga, usai di tutupnya tempat tempat lokalisasi, kini kian maraknya pekerja sex komersial beraktivitas praktek prostitusi terselubung yang diduga dengan memanfaatkan tempat tempat kost/home stay dan hotel mini. (Red)












