Berita  

Sambut Ramadan, Yayasan Masjid Rahmat Sulfat Agung Asah Mental Anak Melalui Kompetisi SAMARA

Avatar photo
Sambut Ramadan, Yayasan Masjid Rahmat Sulfat Agung Asah Mental Anak Melalui Kompetisi Samara
Kak Bagus dan Untung dalam acara Samara season 2

MALANG, JADIKABAR – Memasuki bulan suci Ramadan, Yayasan Masjid Rahmat Sulfat Agung kembali menggelar kegiatan bertajuk Samara (Semarak Ramadan) untuk tahun kedua. Acara yang berfokus pada pengembangan bakat anak-anak ini dilaksanakan di lingkungan Masjid Rahmat, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang pada Senin (16/3/26).

Ketua Pelaksana, Pak Yudi, menjelaskan bahwa Samara hadir untuk mengisi kekosongan waktu anak-anak selama libur sekolah di bulan Ramadan dengan kegiatan yang positif dan edukatif.

“Kami mencoba mengambil ruang-ruang kosong untuk mengasah minat dan bakat anak-anak, khususnya dalam rangka syiar Islam,” ujar Pak Yudi saat ditemui di lokasi acara.

Beragam Lomba dan Konsep Baru

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mengusung tema besar “Cinta Al-Qur’an”. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diselesaikan dalam satu hari, Samara edisi kedua ini dilaksanakan secara bertahap setiap akhir pekan (Sabtu atau Minggu) sepanjang bulan Ramadan.

Beberapa cabang lomba yang dikompetisikan antara lain:

  • Lomba Azan
  • Dai Cilik
  • Tahfiz Al-Qur’an
  • Lomba Mewarnai khusus untuk kategori anak usia TK

Pak Yudi menambahkan bahwa perubahan format acara ini bertujuan agar manajemen kegiatan lebih berkualitas dan memberikan panggung utama bagi anak-anak untuk tampil lebih maksimal di hadapan masyarakat.

Meningkatkan Keberanian dan Syiar

Meski jumlah peserta tahun ini tercatat sebanyak 71 orang mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai 102 orang antusiasme tetap terlihat tinggi. Penurunan ini dipicu oleh waktu persiapan dan sosialisasi yang cukup singkat.

“Kepastian kegiatan baru disetujui yayasan dan takmir H-3 sebelum puasa, jadi persiapan kami memang sangat mepet,” ungkapnya.

Namun, hal tersebut tidak mengurangi esensi dari kegiatan ini. Selain kompetisi, Samara juga menjadi media syiar Islam untuk memperkenalkan sirah-sirah nabawiyah kepada generasi muda.

“Harapannya, Ramadan tidak hanya sekadar menunggu azan magrib, tapi kreativitas anak-anak tetap jalan dan mental mereka terlatih untuk berani tampil di depan umum,” tutupnya.

Penulis: TFEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi