MAGELANG, JADIKABAR.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali memicu hujan abu yang menerjang sedikitnya 11 desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Senin malam (13/4/2026). Peristiwa ini dipicu oleh luncuran awan panas guguran yang terjadi sekitar pukul 19.56 WIB.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang, awan panas tersebut meluncur sejauh kurang lebih 2.000 meter dengan arah menuju hulu Sungai Boyong dan Sungai Krasak.
Dampak hujan abu tercatat meluas ke dua kecamatan. Di Kecamatan Dukun, desa yang terdampak meliputi Paten, Sengi, Krinjing, Mangunsoko, Sumber, dan Sewukan.
Sementara itu, di Kecamatan Sawangan, hujan abu menjangkau Kapuhan, Ketep, Wonolelo, Gantang, hingga Krogowanan.
Seorang warga Desa Sengi, Wawan HS, menyebutkan bahwa hujan abu di wilayahnya berlangsung hingga menjelang tengah malam.
“Abunya tipis, dan baru benar-benar berhenti sekitar pukul 23.00 WIB,” ungkapnya pada Selasa (14/4/2026).
Sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sengi, Wawan menjelaskan bahwa fenomena hujan abu tipis bukan hal baru bagi warga setempat, terutama saat aktivitas Merapi meningkat.
Ia juga menilai kondisi kali ini masih lebih ringan dibandingkan erupsi besar yang terjadi pada tahun 2023.
Meski terdampak, aktivitas masyarakat dilaporkan tetap berjalan normal. Namun, warga khususnya petani harus bekerja ekstra untuk menjaga tanaman mereka dari dampak abu vulkanik. Daun-daun tanaman dibersihkan agar tidak rusak atau mati.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada pakan ternak. Abu yang menempel pada rumput dinilai berbahaya jika dikonsumsi hewan, sehingga warga berupaya membersihkan stok pakan dari sisa abu erupsi.
Hingga berita ini ditulis, pihak BPBD Kabupaten Magelang, termasuk Kepala Pelaksana Bambang Hermanto dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik M Mansyur Wachdani, belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan lanjutan di wilayah terdampak.
Penulis: Abrian Tamtama












