Disnaker Bangkalan Digruduk GMNI: “Cuma Omon-Omon, Jangan Anteng di Belakang Meja!”

Avatar photo
Keterangan Foto: (Kantor Disnaker Bangkalan di Demo GMNI)

BANGKALAN, JADIKABAR.COM – Asap hitam pekat dari bakaran ban bekas membubung tinggi di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bangkalan, Senin (4/5/2026). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bangkalan menggelar aksi unjuk rasa mengecam kinerja dinas yang dinilai jalan di tempat dan miskin terobosan.

Ketua GMNI Bangkalan sekaligus Korlap Aksi, Fawas El Madani, menegaskan bahwa gerakan ini adalah puncak keresahan masyarakat terhadap birokrasi yang dianggap hanya mementingkan seremoni tanpa hasil nyata. Dengan suara lantang, ia menuding Disnaker Bangkalan gagal dalam menjalankan fungsi Krusialnya.

“Disnaker Bangkalan tidak becus menjalankan program kerjanya. Mereka cuma omon-omon doang!” teriak Fawas sambil mengacungkan telunjuk ke arah gedung dinas.

Dalam orasinya, Fawas membombardir Disnaker dengan sejumlah tuntutan kritis. Ia mempertanyakan efektivitas Balai Latihan Kerja (BLK) yang dianggap belum mampu mencetak tenaga kerja siap pakai. Selain itu, masalah klasik tentang upah di bawah UMK dan minimnya pengawasan lapangan menjadi sorotan utama.

“Apakah Disnaker sering turun ke lapangan untuk melihat realita? Atau hanya anteng di belakang meja? Kami tidak butuh teori usang, kami butuh jawaban dengan realita sesungguhnya,” tegasnya menuntut

Menanggapi tekanan tersebut, Kepala Disnaker Bangkalan, Jemmi TL, menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan mahasiswa. Meski mengklaim telah melakukan berbagai program pelatihan di BLK serta penanganan PMI, Jemmi memberikan pembelaan yang cukup mengejutkan terkait keterbatasan kinerja instansinya.

“Aksi kami terbatas karena terbentur penghematan anggaran,” dalih Jemmi usai menemui massa aksi.

Pernyataan ini seolah mempertegas jurang pemisah antara tuntutan mahasiswa yang menginginkan kerja nyata dengan alasan klasik birokrasi mengenai keterbatasan dana. GMNI pun mengancam akan terus mengawal isu ini hingga ada perubahan konkret bagi kesejahteraan tenaga kerja di Bangkalan.”Tutupnya. (ED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi