Hujan Semalaman, Grabag Lumpuh! Longsor & Pohon Tumbang Hantam Rumah Warga, Akses Terputus

Avatar photo
Keterangan Foto: (Longsor & Tumbang di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang)

Magelang, Jadikabar.com – Bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor dan pohon tumbang menerjang dua desa di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, yakni Desa Sambungrejo dan Desa Banjarsari, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (3/5/2026) malam hingga Senin (4/5/2026) dini hari.

Peristiwa ini menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah, serta akses jalan antar dusun terputus akibat tertutup material longsor dan batang pohon.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, M Mansyur Wachdani, mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama bencana tersebut.

“Selain banjir bandang di Dusun Batur, dua wilayah lain di Kecamatan Grabag, yakni Sambungrejo dan Banjarsari, juga mengalami tanah longsor,” kata Wachdani saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).

Di Dusun Pringapus, Desa Sambungrejo, longsor terjadi di dua titik pada Minggu sekitar pukul 18.30 WIB. Tebing setinggi 8 hingga 9 meter runtuh dan menimbulkan retakan tanah yang mengancam empat rumah milik warga bernama Narwani, Sarwadi, Kabul Lukito, dan Butuk.

Saat ini, warga sangat membutuhkan bantuan plastik UV untuk menutup retakan tanah guna mencegah potensi longsor susulan.

Sementara itu, di Dusun Bakalan, Desa Banjarsari, longsor terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Kejadian ini mengancam rumah Suprihati (55), merusak rumah Yatemi (65), serta menutup akses jalan dusun.

Tak hanya itu, di Dusun Banjaran, desa yang sama, sebuah pohon pule berukuran besar tumbang pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Pohon tersebut menimpa dua rumah warga hingga rata dengan tanah milik Asriyah (45) dan merusak kamar tidur rumah Intan Setiani. Akibatnya, Asriyah harus mengungsi ke rumah kerabatnya.

Menanggapi kejadian ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang bersama warga dan aparat desa langsung bergerak melakukan penanganan darurat. Sekitar 40 warga dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan mengevakuasi pohon tumbang.

Wachdani juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana, terutama di tengah cuaca ekstrem.

“Kerja bakti lingkungan untuk antisipasi banjir sangat penting, seperti normalisasi saluran air dan membersihkan sumbatan. Untuk rumah di atas tebing, perlu diperhatikan pembuangan airnya, termasuk pemasangan talang agar air tidak meresap ke tanah,” pesannya. (AT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi