Rumah PIJAR Hadir di Kota Malang, Perkuat Dukungan Keluarga bagi Penyandang Disabilitas Mental

Avatar photo
Rumah PIJAR Hadir di Kota Malang, Perkuat Dukungan Keluarga bagi Penyandang Disabilitas Mental.

Malang, JadiKabar. Com– Pemerintah Kota Malang kembali menghadirkan inovasi pelayanan sosial melalui peluncuran Program Rumah PIJAR (Peduli Jiwa dan Rasa), sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat pendampingan bagi penyandang disabilitas mental melalui pendekatan berbasis keluarga.

Program yang digagas oleh Dinas Sosial P2AP3KB Kota Malang tersebut resmi diperkenalkan dalam kegiatan Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial bagi penerima manfaat Rumah PIJAR yang berlangsung di Aula Kecamatan Sukun, Kamis (18/6/2026).

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan apresiasi atas lahirnya program tersebut. Menurutnya, Rumah PIJAR menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang inklusif kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.

“Arah pembangunan Kota Malang harus dapat dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali. Penyandang disabilitas mental memiliki hak yang sama untuk memperoleh perhatian dan pelayanan yang layak dari pemerintah,” ujar Ali dalam sambutannya.

Ia menambahkan, persoalan kesehatan mental merupakan isu yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat, keluarga, serta seluruh pemangku kepentingan di tingkat wilayah.

Melalui Rumah PIJAR, para penyandang disabilitas mental akan mendapatkan pendampingan yang terintegrasi, mulai dari aspek kesehatan fisik, psikologis, spiritual hingga sosial. Pemerintah juga membuka ruang pelaporan bagi masyarakat apabila menemukan warga yang membutuhkan bantuan dan pendampingan.

Selain itu, Ali mengusulkan agar layanan psikolog klinis dapat diperluas hingga ke seluruh puskesmas di Kota Malang. Menurutnya, akses konsultasi kesehatan mental yang mudah dan gratis menjadi kebutuhan penting masyarakat perkotaan saat ini.

“Kami melihat layanan kesehatan mental perlu semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran psikolog di puskesmas dapat menjadi solusi agar warga memperoleh pendampingan yang cepat dan mudah dijangkau,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P2AP3KB Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan bahwa Rumah PIJAR lahir sebagai upaya menghadirkan layanan yang lebih menyeluruh bagi penyandang disabilitas mental dengan menempatkan keluarga sebagai garda terdepan dalam proses pendampingan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang, sekitar 3.700 warga tercatat memanfaatkan layanan kesehatan jiwa, sementara sekitar 1.600 orang masih menjalani pengobatan lanjutan. Dari data tersebut, diperkirakan terdapat sekitar 1.600 penyandang disabilitas mental yang membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan.

Donny mengungkapkan bahwa stigma negatif masih menjadi tantangan besar dalam penanganan penyandang disabilitas mental. Tidak sedikit keluarga yang memilih menutupi kondisi anggota keluarganya karena khawatir terhadap pandangan masyarakat. Akibatnya, akses terhadap pelayanan maupun bantuan pemerintah sering kali tidak berjalan optimal.

Melalui Rumah PIJAR, pemerintah berupaya mengubah kondisi tersebut dengan memperkuat peran keluarga terlebih dahulu. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu pemetaan kebutuhan setiap penyandang disabilitas mental sehingga program intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.

“Selama ini pemerintah daerah berwenang menangani penyandang disabilitas mental yang terlantar. Namun melalui Rumah PIJAR, kami ingin melakukan langkah pencegahan lebih awal dengan memperkuat lingkungan keluarga agar hak-hak mereka tetap terpenuhi dan tidak sampai berada dalam kondisi terlantar,” jelas Donny.

Dengan hadirnya Rumah PIJAR, Pemerintah Kota Malang berharap tercipta lingkungan yang lebih peduli, inklusif, dan bebas stigma, sehingga penyandang disabilitas mental dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup lebih baik bersama keluarganya

Penulis: TofanEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi