Hanya 2 SMP Negeri di Kota Magelang Penuhi Kuota, 11 Sekolah Masih Kekurangan Siswa! Disdikbud Buka Pendaftaran Gelombang Kedua

Jadikabar.com || KOTA MAGELANG – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Tahun 2026 di Kota Magelang resmi ditutup. Namun, dari total 13 SMP Negeri, baru dua sekolah yang berhasil memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru. Sebanyak 11 sekolah lainnya masih kekurangan siswa.

 

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membuka pendaftaran gelombang kedua secara luring (offline) selama dua hari, yakni Rabu (17/6/2026) hingga Kamis (18/6/2026), bagi sekolah yang masih memiliki kursi kosong.

Kepala Disdikbud Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, mengatakan bahwa sebagian besar sekolah belum memenuhi kuota karena masih tersedianya kursi pada jalur afirmasi dan mutasi.

Pada pelaksanaan SPMB 2026, penerimaan siswa dibagi ke dalam empat jalur, yaitu domisili sebesar 40 persen, prestasi 35 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi 5 persen.

 

“Apabila di SPMB gelombang pertama belum bisa dipenuhi, maka bisa melaksanakan gelombang dua dengan jalur prestasi,” jelas Nurwiyono.

 

Ia menyebutkan, hanya SMP Negeri 2 Magelang dan SMP Negeri 7 Magelang yang telah memenuhi kuota penerimaan siswa baru.

 

Nurwiyono juga mengungkapkan bahwa pendaftaran offline tidak hanya berlaku untuk jenjang SMP, tetapi juga diterapkan pada sekolah dasar (SD) dengan jadwal yang sama.

Menurutnya, mekanisme seleksi jalur prestasi pada pendaftaran gelombang kedua diserahkan kepada masing-masing sekolah.

 

“Bisa tes atau wawancara,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila kuota siswa baru masih belum terpenuhi setelah pendaftaran offline, sekolah tetap diperbolehkan menerima peserta didik baru hingga sebelum dimulainya masa orientasi sekolah pada 13 Juli 2026.

 

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 13 Magelang, Tri Widayati, mengungkapkan bahwa sekolahnya baru menerima 187 siswa dari total 288 kursi yang tersedia.

 

Ia menjelaskan, setelah penutupan SPMB sebenarnya jumlah siswa yang diterima sempat mencapai 207 orang, namun sebanyak 20 siswa tidak melakukan daftar ulang.

 

“Tapi, 20 anak tidak daftar ulang. Sampai hari ini saja masih ada yang ingin cabut,” kata Tri.

 

Menurut Tri, tren penurunan jumlah peserta didik baru di SMP Negeri 13 Magelang telah terjadi sejak tahun 2025. Dampaknya, pada tahun lalu sekolah hanya membuka tujuh rombongan belajar (rombel) dari sembilan rombel yang direncanakan.

 

“Kalau rombelnya dikurangi, gurunya kurang mengajar,” ucapnya.

 

Tri menegaskan, dirinya tidak sepakat jika rendahnya minat masyarakat bersekolah di SMP Negeri 13 disebabkan oleh faktor pelayanan sekolah.

 

Ia justru menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh banyaknya sekolah negeri yang berada di wilayah Kecamatan Magelang Utara, seperti SMP Negeri 2 Magelang, SMP Negeri 5 Magelang, SMP Negeri 9 Magelang, dan SMP Negeri 11 Magelang, serta jumlah penduduk di wilayah tersebut yang relatif sedikit.

 

“Untuk domisili, juga jumlah penduduk di Magelang Utara sedikit. Kami malah lebih banyak siswa dari Kabupaten Magelang,” imbuh Tri.

Abrian Tamtama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi