BENCANA LONGSOR DI BOROBUDUR, PEMKAB MAGELANG EVAKUASI 154 WARGA

Avatar photo
BENCANA LONGSOR DI BOROBUDUR, PEMKAB MAGELANG EVAKUASI 154 WARGA
FOTO ISTIMEWA BENCANA LONGSOR DI BOROBUDUR, PEMKAB MAGELANG EVAKUASI 154 WARGA

Magelang, JADIKABAR.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Borobudur dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (15/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut berdampak pada sejumlah dusun dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Beberapa wilayah yang dilaporkan terdampak longsor meliputi Dusun Tanjung, Sidengan Utara, Karangtengah Utara, Karangtengah Selatan, dan Dusun Tawangsari. Berdasarkan pendataan sementara, bencana ini memengaruhi 84 kepala keluarga atau sekitar 154 jiwa.

Sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori sedang. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian dinding dan fondasi bangunan, serta akses jalan menuju permukiman yang tertutup material longsoran.

Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan, aparat gabungan mengevakuasi warga ke Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngadiharjo.

Sejumlah warga, terutama lansia dan kelompok rentan, dievakuasi dengan tandu menuju lokasi pengungsian yang disiapkan sebagai tempat tinggal sementara hingga kondisi dinyatakan aman.

Pemerintah Kabupaten Magelang bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang bersama unsur TNI, Polri, dan relawan kebencanaan langsung melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, serta pembukaan akses jalan yang tertutup.

Sejumlah alat berat diterjunkan ke lokasi, bersamaan dengan penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.
Bupati Magelang, Grengseng Pamudji, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Sejak menerima laporan awal, pihaknya langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan langkah cepat di lapangan.
“Sejak laporan masuk, perangkat daerah, BPBD, TNI, Polri, dan relawan segera bergerak melakukan evakuasi dan penanganan darurat.

Kami memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi serta terus melakukan pemantauan dan mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Grengseng Pamudji, Senin (19/1/2026) malam.

Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, yang turun langsung ke lokasi bencana. Legislator dari Daerah Pemilihan VI Jawa Tengah tersebut menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada para pengungsi sebagai bentuk kepedulian dan empati.

“Musibah ini merupakan duka kita bersama. Kehadiran kami untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendirian, serta negara hadir memberikan perlindungan dan bantuan yang dibutuhkan,” kata Wibowo Prasetyo di lokasi pengungsian, Senin (19/1/2026) malam.

Ia menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan warga dalam setiap penanganan bencana, sekaligus mendorong proses pemulihan pascabencana dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Saya berharap warga tetap tabah. Kami akan terus mengawal penyaluran bantuan dan proses rehabilitasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” tambahnya.

Wibowo juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Magelang di bawah kepemimpinan Bupati Grengseng Pamudji yang dinilai sigap dalam merespons bencana sejak awal kejadian.

Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban dan mempercepat penanganan di lapangan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Magelang terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan longsor dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah mitigasi jangka menengah dan panjang, seperti pemetaan wilayah rawan bencana, perbaikan sistem drainase, serta penguatan struktur tanah di kawasan permukiman.

Hingga Senin malam, kondisi di lokasi pengungsian dilaporkan kondusif. Aparat gabungan dan relawan masih bersiaga untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan proses pemulihan berjalan secara bertahap.

Abrian Tamtama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *